Niatnya Bersihkan Jurang dari Sisa Longsoran, Warga Desa di Bali Ini Malah Temukan Hal Fantastis


    SURATKABAR.ID Indonesia dengan kekayaan budaya dan sejarahnya, ternyata masih benar – benar banyak menyimpan misteri yang belum terpecahkan, khususnya tentang kebudayaan di masa lalu.

    Seperti apa yang terjadi beberapa waktu lalu di Pulau Bali, dimana seorang warga tanpa sengaja menemukan penemuan fantastis dari sisa peradaban di masa lalu, saat membersihkan jurang di sekitar rumahnya.

    Dilansir dari Merdeka, warga di lingkungan Banjar Mekar Sari, Desa Carangsari, Petang Kabupaten Badung di Bali dibuat geger dengan adanya temuan arca berbentuk naga.

    Arca yang terkubur di sebuah jurang belakang rumah I Wayan Dapet itu diduga merupakan sebuah Pura Taman Beji (tempat pemandian) yang konon digunakan sebagai tempat melukat (pemandian air suci).

    Arca bentuk naga setinggi setengah meter itu pertama kali ditemukan oleh Wayan Dapet, pemilik tanah. Arca tersebut baru muncul setelah dilakukan penggalian hampir satu meter. Tidak hanya arca berbentuk naga, di lokasi itu juga ditemukan dua kolam yang disebut telaga kembar.

    Antara patung dan kolam diduga saling berkaitan, lantaran saat kolam dibersihkan dan diisi air, dari mulut naga keluar air seperti sebuah semburan.

    Baca juga: Menyibak Misteri Patung Garuda Wisnu Kencana yang Tak Pernah Diselesaikan

    Menurut penuturan Wayan Dapet, sejak 20 hari lalu dirinya bersama keluarga dibantu pengayah (tukang) melakukan bersih-bersih di areal tebing tanah miliknya. Namun temuan ini baru diketahui setelah menggali tebing untuk pelebaran senderan, jelang sore Selasa (14/02/2017).

    “Sudah puluhan tahun tempat ini tertimbun longsor. Sejak 20 hari lalu kami bersih-bersih dan setelah digali kami temukan sebuah pancoran (tempat pemandian) dengan patung naga,” ujar Dapet.

    Kata dia, selain patung dan areal pemandian. Juga ditemukan dua buah lontar. “

    Kalau lontar itu kemungkinan milik dari leluhur keluarga kami,” akunya.

    Dia pun mengkisahkan bahwa kakeknya dulu sempat bercerita bahwa di tebing belakang rumahnya ada sebuah pura beji (pemandian) yang disebut Pura Taman Bagendra.

    “Menurut cerita, tempat ini dinamakan Pura Taman Beji Bagendra, entah karena apa pura ini tertutup longsoran. Dulu leluhur kami yang menjadi pemangku di beji ini,” jelasnya.

    Temuan arca naga ini juga menarik perhatian warga lain, sejumlah warga yang penasaran dengan temuan tersebut silih berganti datang untuk melihat langsung.

    Begitu menuruni tebing berundag sekitar 15 meter, sudah langsung terlihat ada gundukan batu padas dengan beberapa arca. Hingga saat ini pihaknya dan warga adat setempat belum melaporkan temuan ini secara resmi ke pemerintah dan instansi terkait.

    http://credit-n.ru/zaymyi-next.html