Ada Peserta Aksi 112 yang Cegah Pengusiran Terhadap Jurnalis


    SURATKABAR.ID – Aksi 112 merupakan aksi damai lanjutan dari Aksi Bela Islam I, II, dan III. Aksi ini dikoordinir oleh Forum Umat Islam (FUI) dan juga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI). Belakangan, bentuk acara diubah menjadi dzikir dan tausiah di Masjid Istiqlal Jakarta setelah Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dan pemimpin GNPF-MUI bertemu dengan Menkopolhukam Wiranto.

    Ada pun peserta aksi 112 yang memenuhi kawasan dan pelataran Masjid Istiqlal sejak Jumat (01/02/2017) malam hingga hari ini, Minggu (12/02/2017) berasal dari berbagai daerah dan kelompok masyarakat. Tentunya, massa sebanyak itu mempunyai perangai yang berbeda-beda.

    Seperti dikutip dari Republika, insiden pengusiran mobil liputan Kompas TV dari Masjid Istiqlal pada Jumat (10/02/2017) malam, sangat disayangkan hampir semua pihak. Para wartawan yang datang memang ditugaskan untuk meliput kegiatan aksi 112, sehingga tidak semestinya mendapatkan pengusiran.

    Meski beberapa peserta aksi tidak menyambut baik kedatangan jurnalis/ wartawan, ada banyak massa yang mampu menahan diri dan berupaya mengontrol emosi peserta aksi 112 lainnya—mulai dari imbauan verbal sampai tindakan. Mereka berusaha menenangkan emosi massa yang merasa mendapatkan diskriminasi pemberitaan.

    Baca juga: Wiranto Bertemu Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir. Ada Apa?

    Berdasarkan pantauan dari tempat kejadian peristiwa, sempat ada beberapa orang yang melempari mobil reporter dengan botol. Namun ada banyak juga orang yang berusaha mengajak massa tidak melakukan kekerasan, serta membantu kru dari media Kompas TV ke luar dengan tenang. Malah, mereka terlihat memasang badannya sendiri untuk melindungi wartawan.

    Hal serupa juga terjadi pada Sabtu (11/02/2017) pagi, sewaktu beberapa orang meneriaki para jurnalis Kompas agar memberitakan mereka dengan adil. Sebagian besar peserta terus berusaha bahkan cukup galak menenangkan massa. Mereka mengimbau agar massa lebih sabar dan tidak terprovokasi.

    “Hei, jangan! Jangan dihalangi, tugas itu mereka [meliput],” sahut Nasrul yang merupakan salah satu peserta aksi 112, Sabtu (11/02/2017) pagi di lokasi kejadian.

    “Mas, sabar, Mas. Jangan begitu,” seru Pak Kiki, salah satu peserta aksi lainnya sambil menegur beberapa peserta aksi 112 yang berusaha menghalangi para kuli tinta.

    Berkat bantuan dari Nasrul dan Pak Kiki yang menyertai aksi 112 dengan kooperatif, para reporter dari berbagai lintas media seperti Detikcom, Kompas, Liputan6 serta media lainnya, masih bisa dengan lenggang berkeliling meliput kondisi Masjid Istiqlal.

    Baca juga: Tuduh Jurnalis Foto Sebagai Tim Cyber Ahok, Akun Eko Prasetia Dipolisikan

    Seperti diketahui, tujuan utama Aksi 112 ini yakni memastikan dukungan penduduk Jakarta untuk: Tolak Penodaan Al-Qur’an, Tolak Kriminalisasi Ulama, Tolak Penghinaan terhadap Ulama, Jaga Pilkada yang Jujur & Adil, Wajib Pilih Gubernur Muslim.