Saya Mohon Izin Kepada Bapak Plt Gubernur untuk B***h Diri


soni-sumarsono

Ada-ada saja yang dikeluhkan warga kepada para pemimpinannya. Seperti yang diceritakan oleh Sumarsono, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI. Ia mengisahkan bagaimana seorang melaporkan bahwa dirinya hendak b***h diri karena mengalami masalah.

“Saya mohon izin kepada bapak Plt Gubernur untuk b***h diri,” kata Sumarsono di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2016), dikutip dari tribunnews.com.

Pria yang akrab disapa Soni tersebut menyatakan jika ucapan itu dilontarkan oleh seorang warga yang mengeluhkan hidupnya yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Saya bilang, ada yang bisa saya bantu? Dia jawab, nggak mungkin Bapak bisa bantu saya, karena persoalan saya berat. Ternyata, masalahnya ekonomi,” kata Soni.

Soni menerima aduan masyarakat di Balai Kota setiap pagi.

Pria tersebut menyatakan kepada Soni jika dirinya sebelumnya adalah seorang pengusaha namun kemudian mengalami kemerosotan.

Soni langsung meberikan nasehat kepada lelaki yang mengaku beralamat di Kelapa Gading tersebut.

“Saya katakan bahwa Tuhan benci tindakan b***h diri. Masih banyak cara lain untuk memecahkan permasalahan. Masih banyak jalan menuju Roma,” katanya.

Plt Gubernur DKI yang menggantikan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang saat ini cuti kampanye tersebut lantas memberikan bantuan berupa kredit tanpa agunan.

“Kasih bantuan berupa kredit tanpa agunan. Saya bilang lapor saya lagi kalau ada masalah. Tapi sampai saat ini dia belum lapor lagi,” katanya.

Soni meneruskan kebiasaan Ahok yang menerima secara langsung keluhan dari masyarakat pada pagi hari sebelum Gubernur masuk ke ruang kerjanya.

Warga banyak yang sudah berkumpul di pendopo Balai Kota. Jumlah bisa puluhan orang, mulai dari yang ingin menyampaikan keluhan hingga warga yang datang hanya untuk berfoto.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDonald Trumph Tegaskan Tak Akan Ambil Gaji Presiden
Berita berikutnyaKomisi III DPR RI Sepakat Tak Hadir Dalam Gelar Perkara Ahok