Pengemis Tajir Punya Uang Rp 90 Juta Lebih Saat Tertangkap Dinas Sosial


o-india-beggar-facebook

Memang bukan suatu hal yang baru lagi terkait pemberitaan pengemis tajir yang terkesan kasihan tetapi ternyata memiliki uang jutaan.

Satu lagi pengemis asal Padang, Sumatera Barat bernama Muklis (64) terjaring Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan saat sedang mengemis di bawah flyover Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Yang menjadikannya sebagai suatu hal yang menghebohkan adalah kala ditangkap, Muklis ternyata membawa uang lebih dari Rp 90 juta.

Mursidin selaku kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan mengatakan bahwa uang yang dimiliki Muklis tersebut adalah hasil dari mengemis selama 6 tahun di Jakarta.

“Menurut pengakuannya, uang sebanyak itu merupakan hasil jerih payahnya selama enam tahun. Dia menargetkan uang sebanyak Rp 150 juta jadi masih kurang 60 juta lagi untuk dibawa pulang,” jelas Mursidin, seperti yang dilansir oleh Republika.co.id (12/10/2016).

Saat ditangkap pertama kali, Muklis memang terlihat seperti pengemis pada umumnya dan tidak memiliki banyak uang, namun ketika digeledah, terdapat uang pecahan Rp 100 ribu yang ditotal mencapai Rp 80 juta, sisanya pecahan uang Rp 50 ribu dan Rp 20 ribu dengan total sekitar Rp 10 juta. Sedangkan uang receh yang dimilikinya ada sebanyak Rp 250 ribu.

“Uangnya disimpan di celana yang banyak kantongnya. Celana yang dipakai dobel tiga. Ketiga celana mempunyai banyak kantong. Setiap kantong, terisi uang,” lanjutnya.

dalam pengakuannya, Muklis mengatakan bahwa dalam seharu dia berhasil mengumpulkan uang dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 2 juta dalam pecahan Rp 100 ribuan.

Saat petugas tidak mempercayai penjelasan Muklis dan justru menuduh bahwa uang tersebut adalah hasil tindak kriminal, pria tersebut marah dan mengatakan akan mempolisikan sang petugas karena menuduh tanpa bukti. Muklis benar-benar ngotot mengatakan bahwa uang tersebut adalah hasilnya mengemis selama 6 tahun dan tidak ada unsur kriminal sama sekali dalam mengumpulkannya.

“Meskipun berhasil mengumpulkan uang sampai Rp 90 juta, Muklis tidak mengakui untuk keperluan apa uang tersebut. Sekarang Muklis sudah dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat,” ujar Mursidin.

Walaupun dibawa e Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1, Kedoya, Jakarta Barat, akan tetapi petugas tidak dapat menyita uang dalam jumlah besar tersebut karena memang merupakan hak dan kepunyaan Muklis pribadi.

Terkait dengan hal ini dan juga kejadian yang sama sebelum-sebelumnya, Mursidin mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan bantuan dalam bentuk apapun, terutama uang, kepada para pengemis karena sekarang ini banyak modus peminta-minta.

“Ini juga perhatian untuk warga DKI agar tidak memberi dalam bentuk apa pun di jalan karena sudah banyak modus peminta-minta,” tutupnya.