Inilah 6 Alasan Orang Indonesia Suka Tulis Gelar Akademik pada Undangan Pernikahannya


undangan

Masyarakat Indonesia memiliki sebuah kebiasaan unik yang sebenarnya jarang di temukan di negara lain dalam hal undangan pernikahan. Pada undangan pernikahan yang disebar ke keluarga atau relasi nama mempelai atau keluarga pasangan tersebut menyematkan gelar akademis pada nama mereka.

Hal tersebut sebenarnya sedikit unik, mengingat kebiasaan tersebut nyaris hanya ada dalam masyarakat Indonesia. Selain dari itu, pencantuman gelar akademis juga sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pernikahan, sehingga dirasa tidak ada urgensinya untuk ditulis. Akan berbeda jika gelar akademis tersebut ditulis pada surat lamaran kerja atau hal-hal yang sifatnya formal lainya.

Namun, karena ini sudah menjadi semacam kebiasaan atau budaya masyarakat Indonesia tentu sulit untuk dihilangkan. Meski demikian, kita bisa sedikit menganalisis tentang alasan dicantumkannya gelar tersebut pada undangan pernikahan.

Beberapa hal yang kemungkinan besar menjadi alasan gelar akademis ditulis dalam undangan pernikahan adalah:

Kebanggaan. Memiliki gelar akademik yang tinggi atau bahkan lulusan sebuah jurusan tertentu yang bergengsi akan bisa menjadi sebuah kebanggaan. Gelar tersebut dicapai dengan susah payah sehingga merasa sayang jika tidak diperkenalkan ke orang lain. Kebanyakan dari masyarakat kita memang masih memandang tingkat pendidikan bisa menaikan ‘strata sosial’ seseorang.

Pertanda tidak bodoh. Gelar akademik juga bisa berfungsi sebagai upaya menunjukan diri kepada orang lain bahwa dirinya tidak bodoh-bodoh amat. Setidaknya masih punya kemampuan untuk menyelesaikan studi di tingkat tertentu.

Permintaan orantua. Beberapa mempelai juga mengaku jika penyematan gelar akademik di undangan pernikahan mereka karena diminta oleh orang tua. Mereka sebenarnya tidak menginginkan hal tersebut, akan tetapi tetap saja ditulis gelar mereka untuk menyenangkan orangtuanya.

Tanda kematangan. Memiliki gelar akademis dianggap sebagai pertanda bahwa seseorang sudah memiliki kematangan cara berfikir sehingga sudah pantas untuk berumah tangga. Gelar tersebut juga sebagai simbolisasi jika seseorang sudah punya pegangan hidup dan bisa relatif lebih mudah mendapat pekerjaan karena sudah lulus tingkat pendidikan tertentu.

Kesepadanan. Jika kedua mempelai memiliki gelar akademis yang setingkat, maka hal tersebut bisa menandakan sebuah kesepadanan. Pasangan tersebut dianggap punya tingkat pendidikan yang sejajar, sehingga dianggap pantas untuk berumah tangga.

Membuka relasi. Menyebutkan gelar akademik di udangan pernikahan yang disebar ke semua orang bisa juga sebagai bentuk upaya menemukan relasi baru. Jika seseorang menyebutkan dirinya sebagai sarjana tekhnik misalnya, maka tamu undangan akan mengerti keahlihan orang tersebut dan mungkin nantinya bisa saling membutuhkan atau bekerja sama dalam hal bisnis atau yang lainnya.