Tegang! Ruhut Sitompul dan Boy Sadikin Saling Sindir


    sadikinMantan politikus PDI Perjuangan (PDIP), Boy Sadikin emosi terhadap pernyataan Ruhut Sitompul yang mengatakan ia sakit hati atas keputusannya keluar dari partai berlogo banteng moncong putih.

    “Jangan dia yang ribut (dengan Partai Demokrat) tapi nyerempetnya ke saya, dibilang saya sakit hati.” kata Boy di kediamannya, Jalan Borobudur No 2, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/9), dikutip republika.co.id.

    Boy menyampaikan kepada Ruhut agar tidak menghubung-hubungkan dirinya apabila itu hanya ‎digunakan untuk keinginannya menjadi anggota PDIP.‎

    “Kalau Ruhut mau masuk PDIP, jangan menjelek-jelekkan saya. Melamar saja (ke PDIP), masuk saja, jangan malu-malu, diterima kok,” lanjut Boy.

    Boy menjelaskan keputusan tersebut murni dari dirinya sendiri tanpa ada intervensi dari pihak lain. Hal itu ia lakukan lantaran memang tidak sesuai dengan jalan pikiran dan hatinya. Ia menganggap Gubernur DKI Jakarta sekarang, Ahok tidak cocok menjadi gubernur DKI Jakarta karena tindakan, sikap, perilaku, dan gaya kepemimpinannya tidak berpihak dan mendukung masyarakat kecil dan menengah.

    Dalam surat pengunduran dirinya, Boy menyampaikan pendapatnya mengenai calon Kepala Daerah Provinsi DKI Jakarta tidak sesuai dengan keputusan yang diambil oleh Ketua Umum DPP PDIP.

    “Dibilang saya keluar karena sakit hati nggak dipilih. Sekarang si Ruhut suruh tanya aja ke DPP dan ketum apakah yang namanya Boy pernah ngerengek minta posisi?” tambah Boy, dilansir dari tribunnews.com

    Dalam peristiwa yang hampir mirip, datang dari kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul yang menyatakan dukungannya secara penuh kepada Ahok walaupun tidak sesuai dengan Partai Demokrat yang mengusung Agus Yudhoyono sebagai Cagub DKI Jakarta. Oleh karena itu, Pihak Demokrat meminta Ruhut secara bijaksana untuk mengundurkan diri dan keluar dari partai Demokrat.

    Sebelumnya, Ruhut sedikit menyindir atas sikap dan tindakan Boy yang keluar dari PDIP. Ia menilai sikap Boy tersebut karena sakit hati atas tidak dicalonkan dirinya sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Ruhut tidak setuju jika diminta untuk bertindak bijaksana layaknya Boy Sadikin yang keluar dari PDIP.

    Hal tersebut karena sikap Ruhut tidak sepaham dengan partai Demokrat hanya terkait pilkada DKI Jakarta sedangkan masih banyak masalah dan tantangan yang akan dihadapi partai ke depannya.

    “Jangan samakan aku dengan Boy Sadikin. Boy Sadikin itu calon gubernur, tapi ditolak sama Bu Mega di PDIP, sakit hati. Kalo aku kan gak pernah calon gubernur, aku gak pernah sakit hati dengan partai aku,” jelas Ruhut.