Trump akan Jadikan Yerusalem Ibukota Israel Jika Terpilih jadi Presiden AS


trumpCalon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik; Donald Trump akan menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel jika dirinya terpilih menjadi Presiden Amerika. Janji itu Trump sampaikan ketika bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di New York, Minggu (25/9/2016) waktu setempat.

Pertemuan Netanyahu dengan Trump secara pribadi itu berlangsung di kediamannya di Trump Tower. Rencananya, saingan berat Trump, Hillary Clinon yang diusung dari Partai Demokrat juga akan bertemu dengan Netanyahu di New York.

”Trump mengakui bahwa Yerusalem telah menjadi ibukota abadi orang-orang Yahudi selama lebih dari 3.000 tahun, dan bahwa AS, di bawah pemerintahan Trump, akhirnya akan menerima mandat lama Kongres untuk mengenali Yerusalem sebagai ibukota tak terbagi dari negara Israel,” kata tim kampanye Trump dalam sebuah pernyataan, dikutip dari sindonews.com.

Sejak 1967, Perang Arab – Israel telah menjadikan Israel merebut bagian timur Yerusalem. Kemudian pada tahun 1980, Israel mencaplok seluruh Yerusalem dan menjadikannya sebagai kota administrasi utama.

Banyak negara anggota PBB termasuk Amerika yang tidak menyetujui aneksasi Israel terhadap Yerusalem. Amerika berpendapat, status sah Yerusalem harus melalui negosiasi perdamaian dengan Palestina.

Pada bukan Oktober 1995, Amerika mengadakan kongres tentang status Yerusalem terhadap Israel. Hasilnya, Amerika menyetujui undang-undang yang menyerukan Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Selain itu, Amerika juga mengesahkan pendanaan untuk perpindahan Kantor Kedutaan Amerika di ibukota Israel dari Tel Eviv ke Yerusalem. Akan tetapi, tidak ada presiden Amerika, baik dari partai Demokrat maupun Replublika yang menerapkan aturan hasil kesepakatan itu.

Atas pertemuan keduanya (Trump dan Netanyahu), kantor PM Netanyahu membenarkannya. Namun, tidak menjelaskan mengenai janji Trump bahwa Amerika akan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Pihak Netanyahu menyampaikan, tema yang dibahas dalam pembicaraan keduanya adalah mengenai keamanan dan stabilitas menuju perdamaian di Timur Tengah. Dalam kampanyenya, Trump berjanji bahwa Israel merupakan strategi yang luar biasa. Strategi yang dimaksud adalah kerja sama teknologi dan militer.

”Perdana Menteri Netanyahu membahas isu-isu dengan Trump yang berkaitan dengan keamanan Israel dan upaya untuk mencapai stabilitas dan perdamaian di Timur Tengah,” kata pihak kantor PM Netanyahu, dikutip dari Al Jazeera, Senin (26/9/2016).

Dikutip dari antaranews.com, notulensi pertemuan dari tim kampanye Trump menjelaskan, keduanya juga berdiskusi panjang mengenai pagar batas Israel. Dalam hal ini, Trump mengacu pada masalah kebijakan imigran kontroversial pada pembangunan dinding di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Kebijakan itu berisi larangan Muslim untuk memasuki negaranya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaYusril Ditolak Enam Partai, Demokrat: Dia Dianggap Agak Sombong
Berita berikutnyaPenulis yang Menghina Islam Ini Akhirnya Dihukum Mati