229 WNI Ditahan di Arab Saudi, Ini Reaksi Pemerintah


    retnoSebanyak 229 warga negara Indonesia (WNI) ditahan oleh petugas keamanan Kita Suci Makkah, Arab Saudi lantaran melaksanakan ibadah haji melalui jalur tidak resmi. Mereka ditahan di Pusat Tahanan Imigrasi Makkah Tarhil Shumasyi.

    Penahanan itu bermula ketika petugas keamanan Makkah menggerebek sebuah bangunan di kawasan Syishah pada Rabu (7/8/2016). Ketika memasuki dalam bangunan, petugas menemukan 191 WNI tidak memiliki dokumen resmi haji.

    Para WNI itu berniat melaksanakan ibadah haji dengan bantuan mukimin dan akhirnya tertangkap. Mereka mendapatkan penginapan yang sempit dan tidak memenuhi syarat ketentuan yang berlaku.

    Acting Konjen RI Jeddah Dicky Yunus menyebutkan, sejak Kamis (8/9/2016) jumlah WNI yang ditahan oleh keamanan Makkah sebanyak 191 orang.

    “Mereka terdiri atas 155 perempuan, 59 laki-laki, dan 15 anak-anak,” jelas Disky, Jumat (9/9/2016), dikutip dari jawapos.com.

    Para WNI itu memasuki Makkah dari Jeddah pada 2 Agustus 2016. Kemudian mereka ditampung di sebuah bangunan di kawasan Aziziyah, dekat supermarket Bin Dawood, Makkah. Ketika diperiksa, mereka semuanya tidak memiliki visa haji.

    “Kalau mereka terbukti hanya melanggar dokumen keimigrasian, ancaman hukumannya adalah enam bulan penjara. Juga, ada blacklist masuk Arab Saudi selama sepuluh tahun,” lanjut Dicky.

    Hukuman berat mengancam para WNI ini apabila mereka merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang memiliki masalah dengan majikannya.

    “Katakanlah ada yang kabur dan bermasalah, kemudian dilaporkan melakukan pidana. Tapi, prosesnya melalui konfrontasi dulu dengan pihak majikan. Baru bisa ditentukan kesalahannya,” ujar Dicky

    “Kalau seperti itu, hukumannya bisa lebih berat dan bisa dilarang masuk Arab Saudi selamanya,” tambahnya.

    Mendengar informasi ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan pihak KJRI Jeddah akan melakukan pendampingan hukum.

    “Kasusnya tidak hanya kasus bahwa mereka tidak memiliki izin untuk menunaikan ibadah haji, tetapi ada juga beberapa kasus yang bersifat overstayer, jadi overstayer ini kasus campuran. Setelah liburan haji ini, KJRI akan bertemu lagi dengan mereka dan memastikan kita akan melakukan pendampingan hukum,” kata Retno di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2016), dikutip dari detik.com.

    WNI yang ditahan keamanan Makkah itu saat ini dalam kondisi baik. Tempat mereka dipisahkan antara laki-laki dan perempuan.

    “Kondisinya baik, tadi saya cek dengan acting konjen Jeddah, saya tanyakan bagaimana kondisi mereka, mereka dalam kondisi baik,” lanjut Menlu.

    Kasus overstayer terbilang cukup sering terjadi terhadap WNI di Arab Saudi. Oleh karena itu Menlu akan berkoordinasi dengan Polri untuk menyelesaikan masalah ini.

    “Intinya adalah, yang paling penting saat kita menghadapi situasi seperti itu pertama adalah mesin proteksi kita jalan karena ini adalah tugas pemerintah tugas negara untuk memproteksi warga negaranya,” pungkas Retno.