Korban P*********n Aa Gatot Mengaku Dicekoki Sabu di Depan Istri dan Reza Sebelum Diperkosa


    atto

    Penangkapan guru spiritual Aa Gatot atas kasus narkoba membuat seorang wanita berinisial C melaporkan dirinya ke pihak kepolisian. C melaporkan AA Gatot dengan tuduhan pelecehan seksual ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Kamis (8/9/2016) malam.

    C menceritakan bahwa peristiwa pahit tersebut terjadi pada tahun 2007-2011. Akibat kejadian tersebut, C hamil dan akhirnya memiliki anak. Selama peristiwa itu terjadi, C mengaku dicekoki sabu oleh Aa Gatot sebelum melakukannya. Bahkan, lebih mengejutkannya lagi, Aa Gatot mencekokinya didepan istrinya, Dewi Aminah dan Reza Artamevia.

    “Ketika Aa Gatot melakukan itu, saya di bawah pengaruh aspat (sabu), hipnotis mungkin, gaib-gaib gitu,” ujarnya seperti dilansir merdeka.com.

    Bagi Aa Gatot, aspat adalah makanan yang ditujukan untuk malaikat dan jin. Gatot selalu memberikan aspat bagi siapapun yang tinggal atau menjad murid di padepokannya.

    Tidak hanya dirinya saja, C juga mengaku jika terdapat orang lain yang menerima perlakuan dan mengalami hal yang sama.

    Andriko Saputra, salah satu pengacara C menegaskan bahwa pada saat korban dicekoki aspat (sabu), baik istrinya maupun Reza berada disana. Akibat perbuatannya, klien hamil namun kemudian digugurkan. Bahkan, korban C hamil dua kali. Kehamilan pertamanya pada usia 20 tahun dan kehamilan keduanya pada usia 22 tahun. Namun, pada kehamilannya yang kedua korban enggan melakukan aborsi.

    Tidak hanya itu saja, Andriko mengungkapkan bahwa istri Gatot, Dewi Aminah meminta C untuk menggugurkan kandungannya.

    “Akhirnya klien saya hamil, dan punya anak, anaknya ini tidak pernah diakui oleh Gatot. Tapi Gatot pernah ngomong ke beberapa saksi kalau itu (anak C) adalah anaknya,” sambung Andriko.

    019216800_1473396987-c

    Tidak hanya dicekoki sabu didepan istri dan Reza, sebelum diperkosa C juga mengaku didoktrin dan ditekan. C mengaku diancam Aa Gatot sehingga ia tertekan. Ancaman tersebut juga membuat C tidak berdaya.

    C juga diancam dan didoktrin akan celaka jika tidak mau mengikuti keinginannya. Dulunya, C merupakan penyanyi ‘backing vocal’ Gatot dalam album ‘Terkadang’. C adalah anak putus sekolah. C hanya bersekolah hingga bangku SMP (Sekolah menengah Pertama) saja.

    Berdasarkan Laporan Polisi No LP/4360/IX/2016/PMJ/Ditreskrimum Gatot dijerat dengan Pasal 285 KUHP juncto Pasal 286 KUHP.

    Saat ditanya mengapa baru melaporkan kasus ini sekarang, pengacara korban mengungkapkan bahwa kliennya merasa takut. C juga diiming-imingi pengakuan atas anaknya. Karena tekanan dari orang-orang itulah kliennya tak berani melapor.Baru terendusnya kasus ini korban berani melaporkan.