Mengejutkan! Sejak 2015, Sudah Ada 20 Masjid di Perancis yang Ditutup


france-closing-mosques-620x350

Pemerintah Perancis ternyata telah menutup 20 masjid dan ruang ibadah umat Muslim yang di negaranya. Alasan penutupan tersebut adalah terkait dengan meningkatnya eskalasi terorisme di Negeri Anggur tersebut.

Dilansir dari CNNIndonesia, setidaknya sejak teror Paris pada tahun lalu, sudah ada 20 masjid yang ditutup pihak berwenang Perancis lantaran diduga menyebarkan paham radikal yang memicu adanya teror dalam negeri.

“Perlawanan melawan #radikalisasi : Sejak Desember 2015, 20 tempat ibadah Muslim sudah ditutup,” kata Menteri Dalam Negeri Perancis Berbard Cazeneuve dalam pernyataan resmi di Twitter-nya pada Senin, (01/08/2016), seperti dikutip dari The Atlantic.

Ditambahkan dari media Prancis, France 24, setidaknya dari 2500an masjid dan ruang ibadah Muslim yang ada di Perancis, setidaknya 120 di antaranya sudah masuk daftar diawasi, karena diduga menyebarkan paham radikalisme.

“Tidak ada tempat di Prancis bagi mereka yang menyerukan dan memicu kebencian di ruang ibadah atau masjid. Sekitar 20 masjid telah kami tutup dan masih akan ada yang lainnya,” lanjut Cazeneuve.

Saat ini memang di Prancis pengawasan kepada masjid dilipatgandakan, khususnya sejak terjadi penyerangan di Paris November tahun lalu yang memakan korban 130 orang.

Perancis sendiri memang sekarang terus dibayangi ketakutan atas teror ISIS. Yang terakhir adalah pembunuhan seorang pendeta di kawasan Normandia.

Hingga saat ini Pemerintah Perancis masih menerapkan status darurat sipil. Artinya hal ini memungkinkan negara menerapkan langkah ketat, termasuk menutup rumah ibadah yang menyebarkan paham radikal.

Sebelumnya Perdana Menteri Perancis Manuel Valls juga menyerukan pemberhentian penyaluran dana asing untuk masjid-masjid yang didirikan di Perancis.

Laporan Komite Senat soal Islam di Perancis pada Juli lalu menyebutkan bahwa pendanaan masjid di negara itu berasal dari donasi individu. Namun ada pula dana besar yang mengalir bagi masjid di Perancis, yaitu dari Maroko, Aljazair dan Arab Saudi.

Keputusan pemerintah ini mendapat kecaman karena beberapa pihak mengatakan melarang pendanaan asing masuk ke masjid di Perancis adalah tidak masuk akal dan mustahil. Mereka lebih memilih gerakan transparansi dana masjid secara individu.

Cazeneuve juga mengumumkan akan bekerja sama dengan Dewan Muslim Perancis untuk meluncurkan yayasan khusus yang akan menangani masalah pendanaan masjid di negara itu.

“Oktober mendatang, yayasan akan dibentuk untuk mendanai aspek budaya dari institusi kebudayaan dan beasiswa pendidikan sekuler  #Islam,” kata Cazeneuve via Twitter.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaPasca Videonya Yang Hina Cowok Indonesia Jadi Viral, Nasib TKW Ini Sekarang Malah Begini
Berita berikutnyaInilah 2 Nama Polisi yang Terlibat Jaringan Freddy Budiman