Begini Cara Menumpas Preman Di Zaman Soeharto


Penembak Misterius di Era Soeharto

Aksi kriminalitas diketahui sudah terjadi sejak zaman dahulu di ibukota. Pencopetan, perampasan, dan premanisme contohnya. Saat mantan presiden Soeharto menjabat, tentu berita-berita penemuan mayat misterius tidak asing didengar. Penemuan mayat yang berada di sungai, pinggir jalan, area persawahan, dan lain-lain.

Pada umumnya mayat-mayat tersebut dibungkus dan dimasukkan ke dalam karung dan dibuang begitu saja. Mayat-mayat itu adalah korban operasi petrus atau penembak misterius.

Pada era Soeharto, premanisme diberantas dengan melakukan operasi petrus. Operasi ini sendiri telah mendapatkan izin dan dibawah komando Panglima ABRI Jenderal RB Moerdani. Operasi ini pun mendapat kecaman baik dari masyarakat Indonesia maupun luar negeri.
Operasi ini dianggap telah melanggar hak-hak asasi manusia.

Terdapat perbedaan unik perilaku kejahatan di zaman sekarang dibandingkan dengan zaman dahulu. Ketika di era kini seseorang yang melakukan kejahatan akan melarikan diri, akan tetapi di zaman dahulu seseorang tersebut akan melakukan kembali aksi kejahatannya beberapa saat kemudian.

Hal tersebut yang membuat Ali Sadikin, gubernur DKI yang berkuasa saat itu, dengan tegas dan tak main-main mengatakan bahwa banditisme harus ditumpas seperti dikutip republika.co.id.

Akan tetapi, aksi kriminalitas tidak akan pernah surut. Ia bagaikan akar rumput yang meskipun sudah dibasmi akan terus tumbuh lagi.

Ada hal yang menarik pada tahun 2005 di dunia kepolisian Indonesia. Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Sutanto membuat kesepakatan-kesepakatan dengan kapolda-kapolda untuk membuat kontrak kerja. Kontrak kerja tersebut membahas pemberantasan narkoba, premanisme, dan judi, yang semakin lama semakin sulit untuk dikendalikan.

Jika dibandingkan dengan era 1950-an, angka kriminalitas cenderung kecil, bahkan lebih kecil dibandingkan dengan Singapura. Penodongan dan ancaman dengan menggunakan pistol mainan pun sudah ada. Hingga pada tahun 1960 an, preman-preman tersebut hanya mengincar harta benda korban saja. Kecuali penjahat-penjahat kelas kakap seperti Bir Ali dan Kusni Kadut, sekelompok anak Betawi dari Cikini, Jakarta.

Sekawanan bandit tersebut merampok Ali Bajened, seorang keturunan Arab di Cikini. Tidak hanya itu saja, mereka juga merampok emas di Monas (Museum Nasional) di Jalan Merdeka Barat. Aksi kejahatan itulah yang disebut-sebut sebagai aksi kejahatan terbesar di tahun 1950-1960 an.

Amannya ibukota saat itu juga tak lepas dari tangan dingin Kapten Imam Syafiie. Melalui organisasi cobranya, perwira menengah ini berhasil menguasai dan menekuk lutut premanisme di ibukota.

Seseorang yang akrab disapa Bang Piie ini dulunya adalah seorang jagoan di Senen. Ketika ada gesekan dengan Belanda, Bang Piie lah yang mengumpulkan orang-orang di sekitar Senen untuk melawannya.

Geng-geng remaja juga sudah terbentuk pada tahun 1950 an. Saat itu, geng remaja yang populer adalah cross boys dan cross girls. Remaja yang membentuk geng tidak hanya remaja laki-laki saja, akan tetapi juga remaja perempuan.

Penamaan dan identitas geng juga dipengaruhi oleh film-film Barat. Seperti geng remaja Menteng yang bernama Pamor. Selain itu geng berdasarkan kesukuan juga ada. Misalnya, orang Madura dengan geng ‘Sate Boys’nya.

Pengaruh Bang Piie saat itu boleh dikatakan tidak boleh diremehkan begitu saja. Disetiap bagian belakang kasir toko-toko, selalu ada fotonya yang terpampang di dinding. Foto Bang Piie yang terpasang membuat siapa pun tidak berani untuk mengganggunya. Oleh karena itulah, ia diangkat menjadi Menteri Keamanan Nasional oleh mantan Presiden Soekarno.

Pada tahun 1950-an, para jagoan tersebut disegani oleh kalangan preman. Sehingga, jika suatu saat ada warga yang kecopetan, maka mereka dapat mengadukannya di tempat mereka tinggal.

Para jagoan ini kemudian menghubungi para preman setempat. Biasanya, barang yang diambil akan dikembalikan beberapa saat kemudian.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSadis! Tak Mampu Bayar Hutang Rp 3.000, Suami Dipenggal dan Istri Tewas Ditikam
Berita berikutnyaHeboh! Prajurit TNI Tikam Atasannya Karena Masalah Ini