Penjual Minuman Ditemukan Tewas di Dekat Lokasi Bentrokan Antara The Jakmania vs Aparat


13528858_10206366334908205_1101182960417403044_n

Saat terjadi kerusuhan pada saat perhelatan Torabika Soccer Championship 2016 antara The Jakmania melawan petugas keamanan, selain 5 aparat kepolisian yang mengalami cedera serius, ada seorang penjual minuman yang meninggal dunia.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono membenarkan bahwa selain anggota kepolisian yang mengalami luka serius, seorang pedagang minuman ditemukan meninggal dunia dengan posisi tertelungkup di dekat tempat terjadinya bentrokan.

Sempat dinyatakan bahwa pedagang minuman ini menjadi korban penjarahan dan penganiayaan sejumlah suporter, Awi memberikan klarifikasi resminya terkait meninggalnya pria lanjut usia tersebut.

“Ada yang meninggal, seorang pedagang minuman. Menurut keterangan dari rekan korban, dia meninggal karena epilepsi. Kami masih selidiki penyebab pasti kematian. Korban ditemukan dekat dengan lima motor yang dibakar di pintu masuk basket hall,” jelas Awi, seperti yang dikutip dari Kompas (25/6/2016).

Bahkan Komisaris Besar Polisi (Pol.) Krishna Murti melalui akun Facebook pribadinya mengecam keras terjadinya aksi anarkis oleh suporter bola yang membuat seorang penjual minuman meninggal dunia. Bahkan Krishna Murti mengatakan akan mengejar para pelaku ke manapun mereka bersembunyi.

Status yang disertai 2 foto penjual minuman tersebut dikomentari lebih dari 500 kali dan dibagikan sebanyak lebih dari 300 kali.

“Tukang jual minuman dijarah dan dikeroyok supporter bola. Mengapa kalian sejahat itu kepada sesama anak manusia? Kami akan kejar kemanapun kalian sembunyi ‪#‎kmupdates‬,” tulisnya.

Dalam kerusuhan tersebut, beberapa bagian dari stadion, seperti kaca, pintu gerbang (IX dan X) dan juga papan iklan di pinggir lapangan. Selain itu, didapati juga 2 unit kendaraan roda empat dan 5 buah sepeda motor yang rusak parah dan beberapa di antaranya dibakar di sekitar area Stadion Bung Karno.

“Mobil yang rusak jenis Terano dan satunya lagi Fortuner. Sedangkan lima motor dibakar di pintu masuk Basket Hall,” ujar Awi.

Kericuhan terjadi setelah tuan rumah Persija Jakarta harus tertinggal 1 gol dari Sriwijaya FC menjelang menit ke-80. Bermula dari gol tersebutlah, beberapa suporter dari Persija Jakarta mulai turun dari tribun dan melakukan aksi anarkis serta menyalakan flare.

Dikarenakan suasana semakin tidak kondusif, pertandingan akhirnya dihentikan. Penghentian jalannya pertandingan ini juga tidak dilakukan secara sepihak atau berdasarkan pengamatan wasit saja, melainkan berdasarkan segenap match commisioner atau pengawas pertandingan dan juga dari official kedua belah tim.

“Dengan mempertimbangkan situasi di lapangan yang tidak memungkinkan pertandingan tetap dilanjutkan hingga akhir karena faktor keamanan‎, maka pertandingan ini akan ditindaklanjutkan kepada operator,” bunyi pernyataan yang telah disepakati.

Kemarahan The Jakmania semakin memuncak tatkala mendengar bahwa pertandingan dihentikan. Aparat keamanan yang disiapkan berusaha menghalau kerumunan suporter yang sudah melakukan aksi anarkis dan berujung bentrok antara keduanya.

Aksi anarkis yang menimbulkan korban ini membuat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengancam akan menghentikan perhelatan Torabika Soccer Championship 2016 yang diikuti banyak klub sepakbola profesional di Tanah Air.