Hebat! Umat Muslim Pakistan Bangunkan Gereja Bagi 70 Umat Kristiani


Bibi

Umat Muslim di Pakistan, bersama-sama membantu umat Kristiani membangun sebuah gereja di Desa Gojra, Provinsi Punjab, Pakistan. Desa yang mayoritas menganut agama Islam dan berprofesi sebagai petani ini dengan tulus meluangkan waktu mereka dan terjun secara langsung dalam proses pembangunan gereja seperti dilansir bbc.com.

Seperti diketahui bahwa Pakistan merupakan negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam. Berdasarkan data dari British High Commision (BHC) Islamabad, hingga tahun 2016 ini tercatat sebanyak 2,8 juta penduduk beragama Kristen. BHC mengestimasikan bahwa sebanyak 2 juta penduduk Kristiani berada di wilayah Lahore dan Faisalabad, sementara 0,5 juta lainnya berada di wilayah Provinsi Punjab seperti dilansir gov.uk.

Faryal Maseeh, penduduk desa Gorja, langsung berangkat membantu perencanaan proyek pembangunan gereja untuk 70 an umat Kristiani di desa ini. Bersama dengan Basheeran Bibi, mereka melakukan kerja sama. Basheeran Bibi sendiri menyumbangkan sebidang tanah dengan luas tiga bagian marla (1 marla = 30,25 meter persegi) seperti dilansir pakistantoday.com.

Penduduk setempat, Muhammad Asif mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan mereka adalah salah satu contoh cerminan kebaikan beragama. Seorang warga lain, Muhammad Umair, mengatakan bahwa peranan Muslim dalam pembangunan gereja sesungguhnya mengajarkan toleransi dan damai seperti dikutip pakistantoday.com.

Lebih mengejutkan lagi, proses pembangunan gereja ini dilakukan dengan kerja sama yang begitu harmonis dari hulu ke hilir. Mulai dari pembangunan batas dan tembok, pengadaan tanah, hingga menyiapkan bahan material yang diperlukan.

Hingga berita ini diturunkan, kini mereka telah berhasil menyelesaikan dinding batas gereja. Meskipun bangunan gereja belum selesai sepenuhnya, namun konstruksi bangunan gereja ini dibangun dengan semangat persaudaraan, sehingga bangunan tersebut dipercaya akan tetap kuat.

“Masjid kami berdiri disini dimasa lalu, tetapi saudara-saudara Kristen kami juga memiliki hak untuk beribadah di gereja mereka,”tutur Ijaz Farooq, seorang warga Muslim di Gojra seperti dikutip christiansinpakistan.com.

Farooq menambahkan bahwa gereja yang dibangun bersama-sama ini merupakan gereja pertama yang berdiri di Gojra.

“Kami memiliki sebuah tempat untuk bersembahyang, sementara saudara-saudara Kristen kami belum memilikinya,’’ tambah Farooq.

Umat Muslim di Gojra juga terlibat dalam penggalangan dana dalam rangka pembangunan gereja. Hingga saat ini dana yang berhasil dikumpulkan oleh umat Muslim dan umat Kristiani mencapai lima puluh ribu Rupee Pakistan.

Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa di Pakistan masih terdapat banyak gejolak, akan tetapi umat Muslim dan umat Kristiani di Gojra tetap menjunjung tinggi semangat persaudaraan mereka. Mereka masih hidup bersama-sama dengan harmonis.

“Sejauh ini, saya lihat, kami telah hidup bersama. Kita telah ambil bagian dalam hidup masing-masing. Kebahagiaan, duka, dan kegiatan agama,”ujar Faryal Maseeh.