SBY Kaget, Presiden Jokowi Diperlakukan Tidak Seperti Dirinya


147197_620

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali angkat bicara perihal masalah isu nasional. Kali ini, Presiden yang menjabat selama dua periode tersebut menyoroti pers nasional sekrang tidak seperti waktu dirinya memimpin.

Dilansir dari viva.co.id, SBY merasa bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini tidak banyak dikritik oleh media, tidak seperti ketika saat dirinya menjabat. SBY mengaku hampir tiap hari media memberikan kritik terhadap pemerintahannya maupun pada pribadinya.

“Saya sebagai seorang pencinta demokrasi, tercengang melihat perubahan sangat dramatis dalam dunia pers dan media masa kita. Dulu, boleh dikata tiada hari tanpa kritik dan serangan pers, baik kepada pemerintah maupun saya pribadi,” kata SBY di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/6/2016). (Baca Juga : Claudia, Wanita Cantik Paling Menakutkan di Dunia)

SBY mengisahkan bagimana dirinya dan pemerintahannya selalu mendapat gempuran kritik bahkan sampai tingkat sinisme yang sangat tinggi. Meski demikian SBY mengaku bersyukur dan berterimakasih, karena dengan kritik tersebut pemerintahan yang dia pimpin jadi lebih terkontrol.

“Jika, saya bisa bertahan selama 10 tahun, di tengah gencarnya serangan pers, pengamat, parlemen. dan lawan-lawan politik, itu antara lain juga disumbang oleh peran pers yang kritis,” kata SBY.

Suami dari Ani Yudhoyono tersebut berujar jika rakyat senang dengan pers yang kritis, adil dan berimbang. Meski demikian, dirinya tidak berharap sikap kritisnya tidak sampai segarang seperti waktu dirinya memimpin.(Baca Juga : 10 Foto Politisi Cantik Ini Bakal Bikin Kamu Ngiler, Nomor 5 Cantik Banget!)

“Hal begitu sebenarnya tidak baik, tetapi absen dan nyaris diamnya pers, justru membahayakan kita semua. Satu hal, orang bijak mengatakan, ‘janganlah kita selalu membenarkan yang kuat, tetapi perkuatlah kebenaran’,” ujar SBY.

SBY berpesan bahwa pers adalah pilar demokrasi yang memiliki peran vital dalam hal kontrol terhadap kinerja pemerintah. Pers diharapkan bisa adil dan berimbang dalam pemberitaan agar tetap terjaga jati diri dan fungsi pers sebagai penjaga nilai-nilai demokrasi, serta sebagai penegak kebenaran dan keadilan. (Baca Juga : Masih Ingat Sinta dan Jojo? Begini Nasib Mereka Sekarang)

“Kita semua tahu pers adalah salah satu pilar demokrasi. Kita juga tahu, pers memiliki peran penting dalam melakukan kontrol terhadap kekuasaan,” tegas SBY.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaMerasa Dilecehkan, Erdogan Tinggalkan Upacara Penghormatan untuk Muhammad Ali
Berita berikutnyaFantastis! Netizen Sumbang Ratusan Juta Untuk Ibu yang Dirazia Ini