Tuntut Dikeluarkannya Perpu KPK, Ketua BEM UGM: Kalo Presiden Gak Bisa Biar Awkarin Aja


SURATKABAR.ID – Kamis (17/10/2019), Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM) yang bernama Muhammad Atiatul Muqtadir mengajak kembali masyarakat Jogja untuk memadati Tugu. Lewat aksi yang tergabung dalam Aliansi Jogja Anti Korupsi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, ia ingin mengajak masyarakat untuk mendesak Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk segera mengeluarkan Perpu KPK.

Mahasiswa yang disapa dengan Fathur ini tidak hanya menuntut dikeluarkannya Perpu KPK melainkan juga kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan supaya bisa teratasi. Karena sampai sekarang ini belum juga ditangkap pelaku penyerangan Novel.

Ia menjelaskan lebih lanjut jika terkait Perpu KPK dan penuntasan terhadap kasus Novel merupakan janji presiden untuk menuntaskannya. Ia menambahkan jika terbitnya Perpu dan juga pembentukan dari TGPF indepen kasus Novel merupakan dua hal penting jika Jokowi masih ingin masyarakat mempercayainya. Terutama dalam kasus memberantas korupsi dan melindungi hak asasi manusia.

Baca juga: Awalnya Ngaku Cinta, Awkarin Nyatakan Mundur Karena Kecewa dengan Sikap Ketua BEM UGM

Uniknya, Fathur mengunggah 8 foto di akun Instagramnya pada Kamis (17/10/2019). Ia menuturkan jika revisi UU KPK belum dibatalkan bahkan segera belaku.

View this post on Instagram

#PerppuSekarangJuga ____________________________ Hari ini Aliansi Jogja Anti Korupsi berangkat ke Tugu untuk kembali mengingatkan tuntutan yang belum selesai. Revisi UU KPK sampai hari ini masih belum dibatalkan bahkan akan segera berlaku Tidak hanya soal perppu, kami juga berbicara soal kasus penyerangan Novel yang tak kunjung di tuntaskan. Sudah lebih dari 900 hari, ya kali menunggu lebih lama lagi? Mau tidak mau, ini soal political will Presiden dan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi. Terbitnya perppu dan pembentukan TGPF independen kasus novel adalah 2 hal penting jika Presiden mau membuktikan kepada rakyat bahwa negara ini serius dalam memberantas korupsi dan melindungi hak asasi manusia https://twitter.com/fathuurr_/status/1184450148006391808?s=20l Photo: @riskiislah

A post shared by M Atiatul Muqtadir (@fathurrr_) on

Menariknya lagi, ada dua foto dirinya memegang poster dengan tulisan “Kalo Presiden gak bisa keluarin Perpu, biar Awkarin aja.” Nama Awakrin memang belakangan menyedot perhatian banyak orang dengan aksi-aksi kemanusiaan yang dilakukanya.

Unggahan Fathur tersebut telah disukai banyak netizen. Tidak sedikit dari mereka yang berkomentar menegnai poster yang dipegang Fathur. Begini beberapa komentar warganet,

“Kenapa sih yang ada tulisan Awkarin lu yang megang, Bang, huhu,” ujar @nied_niezz

“Udah direpost kok sama Kak Karin,” ucap @deviaulrzky