Viral Skripsi Mahasiswa Dicorat-coret dan Ditulis Sampah, Begini Klarifikasi Dosen Pembimbing


    SURATKABAR.ID – Beberapa hari ini, viar skripsi yang ditulis dengan ‘Sampah’ dari dosen pembimbingnya dan mendapatkan perhatian dari banyak orang. Viralnya skripsi tersebut berkat cuitan dari akun @fierza yang mengunggah ulang foto ulang dari milik dosennya yang bernama Sony Kusumasondjaja.

    “Gimana perasaanmu punya dosen pembimbing kayak Sony Kusumasondjaja? Cukup melatih daya tahan banting,” tulis @fierza di Twitter dengan menunjukkan dua foto revisi skripsi.

    Dua foto ini terdiri dari satu menunjukkan halaman tanda coret silang dan bertuliskan ‘Sampah’. Sementara yang lainnya memperlihatkan seorang pria yang memegang revisi skripsi yang banyak sekali catatan dan coretannya.

    Baca juga: Anaknya Kepergok Curi Mainan di Toko, Apa yang Dilakukan Orangtuanya Banjir Pujian

    Dan unggahan tersebut makin viral saja setelah dikomentari Ahmad Rizky M Umar melalui akun Twitternya di @analispolitik. Dia menyebutkan jika apa yang dilakukan oleh dosen pembimbing tersebut sangatlah tidak manusiawi.

    “Feedback semacam ini – tidak manusiawi, malas, dan tidak membangun – sering ditemukan dalam “skripsi” mahasiswa. Itu harus dihentikan. Kami tidak akan melatih siswa yang baik dengan mengatakan karya mereka ‘sampah’. itu hanya menunjukkan ketidakmampuan dosen dalam terlibat dengan karya orang lain,” tulis @analispolitik.

    Fierza juga membalas cuitan Ahmad tersebut dan mengunggah screenshot cuitan Ahmad dan membela apa yang dilakukan oleh Sony Kusumasondjaja.

    “Dear SJW, nggak usah sotoy. Saya di sini bahagia, tidak mengeluh, dan justru saya sangat terbantu dengan TAMPARAN beliau. Karena saya takut dapat SAMPAH lagi, saya jadi membiasakan diri untuk cari referensi sebelum menulis. Tentu nggak semua orang kuat mental menghadapi beliau,” tulis @fierza.

    Setelah viral, akhirnya sang dosen pembimbing, Sony Kusumasondjaja memberikan klarifikasinya. Ia menyebutkan jika warganet Indonesia terlalu mudah menyimpulkan dan langsung memberi komentar pedas.

    “Hiruk pikuk yang terjadi menunjukkan betapa mudahnya netizen +62 (yg bahkan well-educated, kuliah di Luar Negeri) untuk memberi komentar yang judgmental hanya berbekal DUA FOTO. Apa masih heran, kenapa masyarakat kita begitu mudah digoreng & dimanfaatkan para provokator via medsos?” tulis @KusumasondjajaS pada Senin (14/10/2019).