Duh! Gara-Gara Obat Tertukar, Belasan Bayi Terlahir dengan Kondisi Langka


SURATKABAR.ID – Harapan setiap orangtua pasti memiliki anak yang terlahir dalam kondisi normal tanpa kurang suatu apapun. Namun tidak demikian dengan para orangtua di Spanyol yang dibuat panik lantaran sebanyak 17 bayi terlahir dalam waktu berdekatan dengan kondisi tak wajar.

Belasan bayi yang dilahirkan dalam waktu berdekatan tersebut mengalami hipertrikosis atau sindrom manusia serigala. Kondisi ini menyebabkan baik tubuh maupun wajah para bayi dipenuhi rambut yang tumbuh dengan lebatnya.

Awalnya para orangtua dan dokter sama sekali tidak mengerti apa penyebab munculnya sindrom manusia serigala pada bayi-bayi tersebut. Hingga pada akhirnya Kementerian Kesehatan Spanyol pada 28 Agustus 2019 mengumumkan investigasi terkait sumber masalahnya diduga karena kekekiruan obat.

“Dahi, pipi, lengan, kaki, dan tangan anak laki-laki saya penuh dengan rambut. Dia punya alis seperti orang dewasa,” ungkap salah satu ibu yang melahirkan bayi dengan kondisi sindrom manusia serigala, Angela Selles, seperti dikutip Detik.com dari Live Science, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Bayi Lahir dengan Mulut Berbusa dan Sebar Aroma Busuk, Penyebabnya Bikin Syok!

“Ini sangat menakutkan karena kami tidak tahu apa yang terjadi,” tuturnya lebih lanjut.

Rupanya seluruh anak yang dilahirkan dengan sindrom serigala memiliki kesamaan, yakni menerima resep omeprazole untuk mengatasi masalah refluks asam lambung. Hasil investigasi menemukan bahwa obat tersebut mengandung minoxidil, obat yang digunakan untuk mencegah kerontokan rambut.

Tertukarnya kandungan obat tersebut, menurut hasil investigasi, ternyata berawal dari kesalahan proses pengemasan yang dilakukan oleh pihak industri.

Media lokal El Pais melaporkan bahwa seluruh sampel obat yang diduga tertukar telah ditarik. Sementara industri terkait tak lagi beroperasi sejak 27 Agustus lalu.

Lantaran kasus ini, diberitakan, setidaknya ada empat keluarga yang berencana akan melayangkan tuntutan pada pihak industri lantaran kesalahan yang mereka lakukan hingga menyebabkan bayi-bayi terlahir dengan kondisi langka.