Terakhir Minta Antar ke Toilet, Keberadaan Jamaah Haji Palembang yang Tertinggal 19 Hari Lalu Masih Misteri


SURATKABAR.ID – Tapsirin Wajat Ratam bin Wajat (81) terpisah dari kelompok terbang jamaah haji Debarkasi Palembang di Arab Saudi. Keberadaan jamaah haji yang hilang sejak 19 hari tersebut akan terus ditelusuri oleh pihak terkait.

Humas PPIH Debarkasi Palembang Saefudin, seperti dilansir dari laman Tribunnews.com pada Kamis (29/8/2019), menegaskan bahwa pihak panitia yang ada di Arab Saudi telah menjalankan prosedur sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Kita akan pantau sampai ketemu kepastian keberadaannya di mana,” ujar Saefudin pada Kamis (29/8) kemarin.

Informasi hilangnya Tapsirin sudah dengan segera dilaporkan ke pihak panitia di Embarkasi Mekah Madinah pada hari kejadian. Bahkan panitia haji pun telah melakukan upaya pencarian ke rumah sakit dan lokasi lain yang memungkinkan.

Baca Juga: Pasutri Meninggal dengan Wajah Bercahaya di Tanah Suci, Ternyata Begini Kesehariannya

“Kalau pencarian dengan bagi-bagi foto tidak. Karena zaman sudah canggih, data sudah disebar ke pos-pos haji yang ada di sana. Apalagi juga terkoneksi dengan panitia di satuan kerja dan sektornya untuk melakukan pencarian,” paparnya kemudian.

Meski proses kepulangan jamaah haji Debarkasi Palembang beberapa hari lagi akan usai, namun pihaknya tetap akan melanjutkan pencarian.

Tapsirin Wajat Ratam bin Wajat sendiri merupakan jamaah haji dari KBIH Al-Huda.

“Semua sudah kita laporkan ke Kemenag dan sudah jadi wenang Kemenag. Jadi buar sumbernya dari Kemenag aja,” ungkap Gus KH Syarif dari KBIH Al-Huda.

Gus KH Syarif mengakui bahwa kejadian seperti ini baru pertama kalinya bagi KBIH Al-Huda dan di Sumatera Selatan.

“Kalau dilihat dari segi fisiknya kondisi Pak Tapsirin Wajat Ratam sejat,” jelaas pria yang ikut pergi haji.

Tapsirin Wajat Ratam bin Wajat, jamaah haji asal Palembang berusia 81 tahun tersebut dilaporkan hilang sejak tanggal 10 Agustus 2019 lalu.

Saat ini rombongannya telah tiba di Palembang, akan tetapi hingga berita kemarin diturunkan keberadaan Tapsirin belum juga menemui titik terang. Artinya, sampai Kamis (29/8), Pak Tapsirin Wajat hilang.

Saat tim Tribunnews.com mendatangi kediaman Tapsirin di Talangjambe Palembang, Kamis (29/8), anak Tapsirin, Rodi, memaparkan duduk perkara sebelum sang ayah menghilang.

Tapsirin Wajat Ratam Bin Wajat, jamaah haji kloter 11 ini berangkat ke Tanah Suci bersama sang istri, Sutirah. Sementara Sutirah sendiri saat ini sudah menginjakkan kaki di Palembang.

“Ibu bercerita bahwa saat di Muzdalifah bapak minta diantarkan ke toilet dan ibu mengantarkan. Setelah mengantarkan, ibu kembali lagi ke bus, karena ibu berfikir jarak antara bus dan toilet dekat. Namun setelah ditunggu sekian lama bapak tidak ke bus-bus. Akhirnya dicari-cari sudah tidak ada lagi di toilet,” tutur Rodi.

Menurut pengakuan sang ibu, bapaknya terpisah dari rombongan pada 10 Agustus hingga saat ini. “Perasaan ibu tentu sedih. Cuma ada penyesalan, kenapa harus ditinggal. Kalau tahu kan ditungguin aja. Waktu di sana ibu sedih dan nangis terus, karena ada rasa menyesal,” imbuh Rodi.

Rodi mengatakan bahwa kondisi sang ayah memang sudah tua, dan diakuinya, daya ingat Tapsirin juga sudah mulai menurun. “Belum pikun, tapi kalau indikasi mulai pelupa memang iya.”

“Kami dari pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah. Khususnya Kementerian Agama untuk bisa membantu dalam pencarian ayahanda kami. Supaya bapak bisa ketemu dan berkumpul lagi dengan keluarga. Di sini kami hanya bisa berdoa, ini aja nanti akan ada pengajian,” pungkas Rodi.