Mirip Simbol Nazi, Begini Nasib Wahana Permainan yang Baru Beroperasi Sebulan


SURATKABAR.ID – Belum lama meresmikan salah satu wahana permainannya, taman hiburan yang terletak di Jerman akhirnya memutuskan menutup wahana tersebut. Sebelumnya masyarakat ramai memprotes bentuk wahana tersebut karena dinilai menyerupai swastika yang berputar.

Dilansir dari laman Detik.com pada Jumat (23/8/2019), wahana yang dinamai ‘Penerbangan Elang’ tersebut menampilkan dua palang besi. Masing-masing palang terdiri dari empat ‘gondola’ yang terlihat seperti simbol Nasi ketika bergerak.

Pemilik taman hiburan Tazmania di Löffingen, Jerman barat daya, mengatakan mereka akhirnya memutuskan menutup wahana yang diresmikan akhir Juli lalu tersebut. Sebelumnya kemiripan wahana itu dengan swastika baru terungkap setelah tayangan tentang wahana tersebut beredar di media sosial.

Direktur pengelola taman hiburan tersebut, Rudinger Braun, menjelaskan kepada Bild Newspaper, “Kami tidak menyadari gondola itu akan menyerupai bentuk swastika ketika dioperasikan. Bentuk menyerupai swastika itu tidak terlihat jelas dari sketsa pabrikan.”

Baca Juga: Asyik Bermain di Taman Hiburan Bersama Anak, Wartawan Ini Dikeroyok Oknum Polisi

Rudinger Braun menambahkan setengah dari biaya pembangunan kembali wahana tersebut akan ditanggung pabrikan wahana yang berasal dari Italia tersebut.

Dan ketika wahana tersebut kembali dibangun, Rudinger Braun menegaskan tidak akan ada empat gondola seperti desain pertama, melainkan hanya ditampilkan tiga gondola di setiap palang besinya.

Atas hal tersebut, direktur pelaksana taman hiburan Tazmania mengungkapkan kepada Lembaga Penyiaran Uni Eropa, “Saya ingin menekankan bahwa saya ingin meminta maaf kepada semua irang yang merasa terganggu dan dihina oleh desain wahana kami.

“Kami akan menangani masalah ini,” katanya.

“Kami mengapresiasi pihak operator wahana yang menyikapi masalah ini dengan cepat,” ujar Michael Wehner tegas dari lembaga pemerintah setempat untuk pendidikan politik pada The Daily Telegraph.

“Menampilkan simbol yang dilarang adalah sebuah pelanggaran, dan cepat atau lambat seseorang akan mengajukan keluhan,” imbuhnya.