Viral di Twitter Ikan Terperangkap Plastik di Dasar Laut, Begini Kisah Lengkapnya


SURATKABAR.ID – Sebuah akun Twitter @hotradero mendadak menjadi perbincangan. Ia mengunggah seekor ikan laut berwarna biru kecil yang terperangkap dalam sebuah kantong plastik. Hal tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana bisa ikan tersebut masuk dan masih hidup.

Akun tersebut mengunggah video dengan durasi kurang lebih 45 detik yang ternyata sudah diunggah terlebih dahulu oleh akun @PlanetGoodwill. Di dalam keterangannya, diketahui jika video yang saat ini viral tersebut diambil oleh seorang instruktur selam yang berasal dari Thailand yang bernama Nat Senmuang.

Ternyata, video yang sekarang ini viral tersebut bukan terjadi di Indonesia, melainkan di Laut Andaman di Thailand. Isinya adalah pria tersebut melepaskan ikan kecil yang terperangkap di dalam sampah tersebut. Kejadian tersebut ternyata terjadi pada bulan Februari yang lalut di dasar laut di pantai Phuket, Thailand.

Baca juga: Viral Fenomena Air Laut Terbelah di Suramadu, Begini Penjelasannya

Laut sekarang juga terancam oleh berbagai sampah yang dibuang sembarangan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. Di dalam video tersebut Nat, memberikan peringatan menegnai bahaya sampah plastik yang sekarang mengancam kelestarian lautan dan segala isinya. Tidak hanya itu saja, pria tersebut juga menyoroti masalah yang ditimbulkan oleh banyaknya pengunjung atau orang asing yang datang ke pantai lokal.

Ternyata bisa dibilang fenomena sampah yang menggunung ini tidak hanya sekali ini saja. Sebelumnya masih di lautan Thailand ada kejadian kurang lebih serupa. Ada seekor bayi durung yang kerap disebut dengan Marium di Thailand mati lantaran banyaknya sampah plastik yang terdapat di dalam sistem pencernaanya.

Dilansir dari Kompas, saat Marium tersebut diotopsi banyak sekali potongan plastik di dalam usunya. Sampah ini sudah mengancam habitat dari Marium. Unggahan mengenai Marium ini sempat viral di postingan Facebook.

Untuk mengurangi dampak buruk yang terjadi di lautan, Departemen Taman Nasional Margasatwa dan Konservasi Tumbuhan meminta supaya orang-orang bisa lebih bijak dalam membuang sampah, dan tak membiarkannya berserakan sembarangan dan menimbulkan korban.