Dituduh Jadi Dalang Kerusuhan 22 Mei, Fadli Zon Akan Lapor Balik


SURATKABAR.ID – Fadli Zon selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menyebut tuduhan dirinya merupakan dalang dari pecahnya kerusuhan Aksi 22 Mei 2019 sebagai tindakan yang keji. Rencananya, Fadli yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini akan melaporkan balik pihak yang mempolisikan dirinya.

“Saya akan laporkan balik, karena itu fitnah yang sangat keji,” tandas Fadli di Masjid At Tin, Jakarta Timur, Kamis (30/05/2019). Demikian dikutip dari reportase Tempo.co, Jumat (31/05/2019).

Menurut pengakuan Fadli, ia sudah mendengar dirinya dilaporkan bersama delapan orang lainnya, di antaranya yakni calon presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Titiek Soeharto.

Pelaporan tersebut dilakukan oleh sejumlah orang yang menamakan diri mereka sebagai “Rembug Aktivis 98”.

Sebelumnya, sekelompok orang itu mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, untuk melaporkan sejumlah nama yang mereka anggap dalang kerusuhan Aksi 22 Mei.

Baca juga: Tersandung Kasus Senpi Ilegal, Kivlan Zen Akhirnya Dipolisikan

Selain tiga nama tadi, nama-nama lain yang dituduh termasuk Amien Rais, Kivlan Zein, Neno Warisman, Rizieq Shihab, Haikal Hassan dan Bachtiar Nasir.

Fadli mengemukakan, Prabowo sejak awal sudah menganjurkan agar aksi berlangsung damai dan konstitusional. Dia membantah ada anjuran kekerasan yang digagaskan oleh dirinya dan Prabowo.

Selain itu, Fadli juga mengklaim, dirinya datang sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang ikut menganjurkan massa untuk pulang.

“Tidak ada sedikit pun yang menganjurkan kekerasan,” tandas Fadli kemudian.

Fadli megimbuhkan, justru siapa pihak yang memicu kerusuhan itulah yang harus ditelusuri. Ia juga menuntut investigasi harus dilakukan secepatnya guna mencari tahu soal siapa yang harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa.

“Korban itu akibat apa? Kan akibat peluru, pelurunya punya siapa. Jadi mereka yang melakukan fitnah itu akan kami laporkan balik,” tegas Fadli.

Tanggapan Sandiaga Uno

Menukil WartaKota.TribunNews.com, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ikut memberikan tanggapannya terkait pelaporan tersebut. Mantan wakil gubernur Jakarta ini memastikan, pendukungnya bersama calon presiden Prabowo Subianto tidak ada kaitannya dengan kasus makar yang menjerat sejumlah pihak.

“Saya dan Pak Prabowo memastikan bahwa apa yang dilakukan kami dan pendukung-pendukung kami itu semua dalam koridor hukum,” papar Sandiaga saat ditemui di acara buka puasa bersama OKE OCE Indonesia di Mal Pelayanan Publik, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/05/2019).

Ia lalu mempersilakan polisi menginvestigasi kasus makar dan juga kasus yang berkenaan dengan hal tersebut, yakni kepemilikan senjata api (senpi) ilegal. Diduga, senpi itu akan digunakan untuk menciptakan martir saat kerusuhan 21-22 Mei. Selain itu, sejumlah senpi tersebut diduga akan digunakan untuk membunuh empat pejabat negara.

Kendati begitu, Sandiaga mengingatkan agar polisi bertindak sesuai koridor hukum dalam memproses sejumlah kasus tersebut. Ia pun meminta agar aparat bertindak adil dengan tak hanya memproses hukum kasus-kasus yang melibatkan pihak oposisi.

Selebihnya, Sandiaga kembali menjamin dirinya dan Prabowo taat terhadap konstitusi dan selalu melakukan tindakan politik yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta konstitusi.

“Saya dan Pak Prabowo tidak pernah (berbuat di luar hukum). Kami sangat percaya sistem demokrasi ini. Kenapa kami berbulan-bulan keliling mencoba meyakinkan masyarakat? Karena sistem demokrasi ini adaah sistem yang terbaik untuk memilih kepemimpinan nasional,” ujarnya.

“Jadi bagi kami kegiatan-kegiatan yang di luar hukum itu tidak ada dalam fatsun kami. Kami selalu memberikan arahan yang sangat jelas kepada pendukung-pendukung kami bahwa kami semua yang kamia lakukan dalam koridor konstitusi dan hukum,” imbuh Sandiaga menjabarkan.