Heboh Palu Arit, Diantara Mesranya Indonesia Dan Tiongkok


logo-PKU-640x480

Sesaat kita dihebohkan dengan gonjang-ganjing kembali munculnya lambang ‘palu arit’ yang diidentikkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) semua pihak ikut bergerak untuk bisa meredam gejojak paham komunisme yang mereka perkirakan akan kembali.

Tentu tidak lekang dari ingatan kita sebuah video tentang beberapa pria yang mengeroyok seorang pengguna jaln yang diketahui ternyata mengenakan sebuah pin bergambar lambang PKI. Video ini menjadi viral dan dibicarakan banyak pihak.

Tak lama berselang, kembali muncul tentang penangkapan beberapa orang di berbagai daerah yang mengenakan kaus berlambang palu arit tersebut. Hingga akhirnya berujung pada razia dari kepolisian ke para penjual baju, yang diduga menjual kaus bergambar lambang organisasi terlarang (OT) di Indonesia tersebut.

Media, pemerintah, pengamat pun mulai unjuk suara menanggapi fenomena ini. Ramai-ramai semua pihak menolak dan berupaya dengan keras menanggapi keras isu tentang ‘kebangkitan kembali’ PKI di Tanah Air.  Satu suara jelas pemerintah dan semua elemen masyarakat mengatakan TIDAK pada komunisme di Indonesia.

Tapi seharusnya melihat fenomena ini pemerintah tidak perlu heboh, karena masifnya kemunculan logo palu arit tersebut bila melihat bagaimana sikap pemerintah terhadap Negara China jelas adalah hal yang biasa atau mungkin sudah bisa diprediksi. Lho kok begitu? Ya perlu diingat bahwa Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi kini tengah ‘harmonis-harmonisnya’ dengan pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut, dan tentu kita semua tahu bahwa partai paling berkuasa di sana adalah Partai Komunis, jadi…?

Mesrannya hubungan kedua negara, juga  ternyata disambung dengan begitu derasnya tenaga kerja asal China yang masuk ke Indonesia, bahkan sampai ada yang ‘nyasar’ masuk ke pangkalan militer kita lho hehehe… Dengan partai paling berkuasa adalah komunis, maka bisa dipastikan para pekerja mereka yang masuk ke Tanah Air juga bisa jadi ber- ideologi komunis. Apa juga bisa dipastikan bahwa mereka tidak membawa barang-barang berbau lambang alias logo komunisme ke Indonesia? Entah disengaja atau tidak bisa jadi mereka juga menyimpan kaus, atau apapun yang mungkin memiliki logo palu arit, tapi kira-kira mereka ikut dirazia nggak ya?

Lanjut ke halaman selanjutnya >>


1
2
BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIni Lho Jawaban Mourinho Atas ‘Pinangan’ Dari Menpora, Ternyata Dia
Berita berikutnyaBeredar Foto Sepatu dengan Sol Peta Indonesia Jadi Perdebatan Netizen. Bagaimana Menurutmu?