Anies Baswedan: Saya Enggak Pernah Nangkep Orang yang Kritik Saya


SURATKABAR.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan imbauan kepada para pejabat untuk lebih bersiap dalam menghadapi kritikan dan saran yang disampaikan masyarakat. Ia mengaku selama ini memberikan tanggapan santai atas kritikan dari masyarakat.

Anies, seperti dirangkum dari laman Viva.co.id pada Senin (27/5/2019), meminta kepada para petinggi untuk tidak asal tangkap jika ada yang mengkritik. Selain itu, ia juga menegaskan dirinya tak pernah sekalipun menangkapi orang-orang yang mengkritiknya.

“Karena kalau ada yang mengkritik, enggak usai ditangkap. Saya enggak pernah nangkep orang yang mengkritik saya sama sekali,” ujar Anies Baswedan ketika ditemui di Jakarta pada Senin (27/5).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, apabila seseorang ingin menjadi pejabat publik, maka syaratnya adalah harus bersedia menerima masukan dan tak terkecuali kritikan pedas dari masyarakat.

Baca Juga: Soal Kerusuhan 22 Mei, Anies: Ini Berbeda dengan Tahun 1998

Ia kemudian mengomentari kritikan yang sebelumnya diberikan kepadanya melalui situs change.org berupa petisi agar Anies dilengserkan dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Alasannya adalah Anies dianggap tak dapat menyelesaikan pekerjaannya.

“Kalau mau jadi pejabat publik, maka harus siap untuk menjadi alamat keluh kesah, alamat caci maki. Saya mengatakan itu sebelum menjadi pejabat publik,” imbuh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Adapun pernyataan Anies Baswedan tersebut muncul menanggapi petisi yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo agar mencopotnya dari jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Petisi tersebut diungkapkan Anies, muncul sekitar 2 bulan lalu. Menurutnya, tidak ada larangan di Indonesia yang membatasi masyarakat untuk menyampaikan pendapat maupun pandangan terhadap suatu masalah.

Ia menilai, semua warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, bahkan kritikan. Oleh karena itu, bagi mereka yang ingin mengabdi kepada masyarakat di panggung politik harus mau dikritik.

“Setiap warga negara berhak menyampaikan, berhak mengkritik. Kalau berada di ranah politik harus mau dikritik. Bahkan dicaci-maki pun harus biasa-biasa saja,” pungkas Anies.