Hadapi Gugatan Prabowo, Tim Kuasa Hukum KPU: Enggak Ada Persiapan Khusus, Biasa Saja


SURATKABAR.ID – Ketua Tim Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ali Nurdin menegaskan pihaknya tak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi gugatan sengketa hasil pilpres yang diajukan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ali Nurdin, seperti yang dihimpun dari laman Kompas.com pada Sabtu (25/5/2019), menyebut bahwa perkara sengketa hasil pemilu merupakan hal yang biasa, tidak peduli siapa pun yang menggugat dan tim kuasa hukumnya.

“Enggak ada persiapan khusus. Mau siapa pun pengacaranya, siapa pun penggugatnya, biasa saja,” tutur Ali yang ditemui di Hotel Meridien, Jakarta Pusat, pada Sabtu (25/5) kemarin.

Gugatan sengketa pemilu, bagi Tim Kuasa Hukum KPU, sangat erat kaitannya dengan tahapan pemilu. Dan tahapan itu sendiri berkaitan dengan pendaftaran dan penetapan calon, penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), sosialisasi dan kampanye. Lalu terakhir adalah pemungutan dan penghitungan suara.

Proses tersebut, ungkap Ali, terbilang cukup sederhana. Apalagi memang sebelum ini pihaknya telah terbiasa dalam menangani perkara sengketa pemilu.

Baca Juga: Resmi Daftarkan Gugatan ke MK, Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Masih Bawa Bukti Bertabur Link Berita

Seperti yang diketahui pada tahun 2013 dan 2014, Ali bersama timnya yang tergabung dalam AnP Law Firm menjadi Kuasa Hukum KPU untuk menangani sengketa partai politik yang menjadi peserta dalam pemilu ketika itu.

Pada saat Pemilu 2014, terdapat 903 perkara yang harus mereka tangani. Dan dari total 903 perkara, 880 di antaranya berhasil dimenangkan.

Kemudian pada 2019, Ali dan timnya kembali dipercaya KPU untuk menjadi kuasa hukumnya menghadapi sengketa partai politik di MK dan PTUN.

“Selain itu dalam Pilkada serentak kami juga tim konsultan hukum KPU daerah-daerah yang digugat ke MK. Dan kami juga menjadi kuasa hukum KPU provinsi, KPU kabupaten, dan KPU kota,” tuturnya.

Meski menyatakan tidak memiliki persiapan khusus, namun Ali mengatakan, timnya bersama KPU terus menyiapkan alat-alat bukti yang mereka butuhkan demi menghadapi gugatan dari Tim Kuasa Hukum Badan Pemenangan Nasional.

“Tentunya yang kalah mempersoalkan masalah tahapan dan kami selaku kuasa hukum tentunya menyiapkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa KPU telah melaksanakan tugasnya dengan baik,” sebut Ali.

Diketahui bersama, Tim Penasihat Hukum Prabowo-Sandiaga telah secara resmi mendaftarkan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ke MK pada Jumat (24/5) pukul 22.44 WIB atau hanya berselang 1,5 jam sebelum pendaftaran permohonan ditutup.

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan permohonan sengketa perselisihan hasil pilpres dan malam ini kami akan serahkan secara resmi permohonan itu,” ungkap Bambang Widjojanto.

Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengajukan gugatan terhadap hasil Pilpres 2019 usai kalah suara secara telak dari pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.