7 Negara Ini Punya Tradisi Ramadan Unik, Salah Satunya Indonesia!


    SURATKABAR.ID – Jika membicarakan soal Ramadan di Indonesia ada hal yang tidak bisa dilepaskan karena sudah menjadi satu bagian. Apa itu? Ngabuburit sembari berburu takjil lezat untuk disantap saat tiba waktunya berbuka puasa.

    Memasuki Ramadan, Indonesia juga memiliki tradisi yang jika dilakukan dipercaya dapat memberikan berkah melimpah kepada orang tersebut. Ternyata tak hanya di Indonesia, umat Muslim di setiap negara juga memiliki tradisi mereka masing-masing yang tak kalah unik dan seru.

    Seperti apa keunikan dari tradisi Ramadan yang dilakukan masyarakat Muslim di berbagai negara di belahan dunia? Berikut ini ulasan lengkapnya seperti yang dirangkum Republika.co.id dari Cermati.com pada Jumat (24/5/2019):

    1. Festival Garangaou, Qatar

    Setiap tanggal 13,14 dan 15 Ramadan, setiap anak yang tinggal di negara ini berlomba-lomba mengenakan pakaian khusus untuk mengikuti Festival Garangaou. Untuk anak-anak cowok mereka harus memakai baju arah hitam. Sementara anak cewek pakai baju tradisional dan ikat kepala emas.

    Baca Juga: Jadi Tradisi Jelang Lebaran, MUI Blitar Haramkan Penukaran Uang Baru Berbayar

    Hampir mirip seperti Halloween, di festival yang diadakan usai buka puasa dan salat magrib ini anak-anak akan mendatangi satu per satu rumah warga sambil bernyanyi untuk mendapatkan imbalan berupa kue atau permen.

    2. Kuliner Khas Turki dan Tradisi Periksa ke Dokter di Jerman

    Jika Anda melaksanakan Ramadan di Jerman, akan ada pemandangan menarik yang bisa dengan mudah dijumpai di segala penjuru kota. Yakni kuliner khas Turki. Bukan hal mengherankan. Kebanyakan umat Muslim di Jerman datang dari Turki.

    Jelang Ramadan, Anda bisa menemukan wata’ef atau kue kering yang kulit luarnya direndam dengan sirup gula. Lalu ada qamruddin atau jus apricot. Kuliner-kuliner khas Turki ini tak perlu diragukan lagi kelezatannya. Hmm, nyam-nyam!

    Selain tersedia banyak kudapan lezat khas Turki, ada tradisi yang rutin dilakukan umat Muslim di Jerman, yaitu pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatan jelang Ramadan. Ini dilakukan anak-anak dan lansia untuk mengetahui apakah mereka bisa menjalani puasa Ramadan atau tidak.

    3. Tembakan Meriam di Arab Saudi

    Di Indonesia kita akan sering mendengar petasan di mana pun berada. Lain lagi di Arab Saudi. Di negara ini bukan lagi petasan yang diledakkan, melainkan meriam yang langsung ditembakkan ke arah langit. Suara gelegarnya menjadi tanda sudah masuk waktu berbuka puasa.

    Yang unik dari tradisi ini adalah meriam tak hanya di pasang di satu titik, melainkan di beberapa titik di beberapa kota. Memang terdengar enstrem, namun tenang, karena meriam yang ditembakkan ini sangat aman. Meriamnya terbuat dari katrid kosong yang kemudian diisi bubuk hitam, kok.

    4. Tradisi Borong Pernik Ramadan di Prancis

    Ramadan memang identik dengan barang-barang baru. Mulai dari pakaian, tas, sepatu, aksesoris, hingga pernak dan pernik untuk menghias rumah. Tradisi belanja secara besar-besaran seperti ini dapat Anda temukan di Prancis.

    Menariknya, di sini masyarakat tidak belanja pakaian atau sepatu, melainkan pernik dengan nuansa Ramadan yang akan mereka pajang di dalam rumah atau apartemen. Tradisi ini dimulai beberapa tahun lalu ketika imigran asal Arab mulai tinggal di Prancis.

    5. Tradisi Muqam di Tiongkok

    Muqam merupakan tradisi Ramadan yang Anda jumpai di Tiongkok. Untuk menyambut datangnya Ramadan, masyarakat lokal akan mengisinya dengan tarian dan lagu bernuansa tradisional. Biasanya tradisi ini diadakan di Masjid Id Kah yang berada di perbatasan antara Turki dan China.

    Sayangnya tradisi yang di masanya ini sangat populer, kini seiring dengan berjalannya waktu, mulai ditinggalkan masyarakat. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah pengaruh gaya hidup dan budaya masyarakat luar yang masuk.

    6. Tradisi Padusan di Indonesia

    Indonesia juga punya tradisi menyambut Ramadan yang tak kalah unik dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Di Pulau Jawa misalnya. Ada Tradisi Padusan yang merupakan semacam ritual menyucikan diri dari dosa.

    Tidak bisa dilakukan sembarangan, sebelum mengikuti ritual ini, masyarakat berkewajiban untuk mengunjungi makam leluhur terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mengenang arwah para leluhur yang telah berjasa selama hidup.

    7. Tradisi ke Gua di Bosnia

    Serupa tapi tak sama. Tradisi di Bosnia ini mirip-mirip dengan tradisi Padusan di Indonesia. Bedanya, umat Muslim di Bosnia beramai-ramai pergi ke Gua yang ada di Kota Kladanj untuk membersihkan diri dari dosa-dosa.

    Air di dalam gua ini dipercaya bisa mengeluarkan inner beauty. Jadi siapa pun yang membasuh wajah dengan air tersebut maka wajahnya akan terlihat lebih berseri. Selain membasuh wajah dan tubuh, di gua ini masyarakat juga berdoa. Tradisi ini hanya ada setiap menjelang Ramadan saja, loh.