Blak-Blakan Ratna Sarumpaet, Ternyata Orang Ini yang Kali Pertama Dengar Sandiwaranya


SURATKABAR.ID – Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks Ratna Sarumpaet terang-terangan menyebut sandiwaranya dipukuli orang tak dikenal adalah alasan paling masuk akal demi menutupi kebohongan mengenai wajahnya yang lebam akibat prosedur operasi plastik.

“Ya, penganiayaan. Pada saat itu yang terpikir itu dan itu yang masuk akal,” ujar Ratna Sarumpaet di dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (14/5), seperti yang dikutip dari laman Viva.co.id.

Alasan tersebut, tambah Ratna, terlintas ketika dirinya hendak kembali ke rumah dari Rumah Sakit Bina Estetika setelah dirawat usai menjalani operasi plastik yang dilakukannya untuk kali keempat. Foto yang memperlihatkan wajah lebamnya dikirim ke stafnya, Rubangi, melalui pesan WhatsApp.

“Rubangi tanya kenapa. Nah, itu pertama kali saya bohong, saya dipukuli orang,” tutur Ratna.

Baca Juga: Jadi Saksi untuk Ratna Sarumpaet, Said Iqbal Buka-Bukaan

Gara-gara menyebarkan berita bohong, Ratna harus mendekam di balik jeruji besi usai statusnya ditetapkan sebagai tersangka kasus hoaks pada 5 Oktober 2018. Aktivis wanita ini sebelumnya sempat bikin gempar publik karena pengakuannya mengenai penganiayaan yang dialaminya.

Cerita bohongnya itu pun berhasil dibongkar aparat kepolisian. Lebam yang ada pada wajah Ratna ternyata bukan karena dikeroyok sejumlah orang, melainkan karena efek dari prosedur operasi plastik sedot lemak yang ia jalani di RSK Bina Estetika.

Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan dakwaan terhadap Ratna dengan dakwaan tunggal. Ratna didakwa telah melanggar Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 mengenai Peraturan Hukum Pidana.

Ia juga didakwa dengan Pasal 28 Ayat (2) jo 45A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 yang mengatur tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah menciptakan keonaran dengan berita bohong yang ia buat dan sebarkan.