Gempar Surat Pemberhentian untuk Ustadz Abdul Somad, Rektor Suska Beri Penjelasan Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Beredarnya sebuah surat yang diduga berisi kabar pemecatan terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau membuat publik gempar. Terkait hal menghebohkan tersebut, pihak universitas beri penjelasan mengejutkan. Rektor UIN Suksa Riau, Prof Akhmad Mujahidin menepis kabar pemecatan tersebut.

Seperti dikutip dari laporan OkeZone.com, Rabu (08/05/2019), ia menegaskan bahwa hingga kini UAS masih aaktif mengajar di universitas yang berada di Jalan HM Subrantas Panam tersebut.

Selain  itu, Prof Akhmad Mujahidin juga menegaskan bahwa Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak akan dipecat sebagai dosen. Akhmad menandaskan, UAS merupakan aset yang sangat berharga di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

“Kita tidak akan memecat beliau. UAS adalah aset berharga kampus kita,” tukas Akhmad Selasa (07/05/2019).

Menurut penilaiannya, memiliki dosen setenar dan secerdas UAS adalah aset yang tak ternilai bagi UIN Suksa. Tentunya, pihak universitas akan mempertahankan dosen yang saat ini mengajar tafsir dan hadis tersebut.

Baca juga: Pelaku Belum Puas, Kali Ini Nomor HP Ustad Abdul Somad Sampai Dibajak

“Kita bangga miliki tenaga pengajar seperti UAS. Dia aset kita bahkan aset bangsa. Selain terkenal di Indonesia dia tenar diberbagai negara, termasuk negara jiran kita, Malaysia, Singapura dan Brunaidarussalam,” sambungnya.

Untuk itu, Prof Akhmad Mujahidin membantah adanya surat pemberhentian UAS dari dosen berstatus ASN (aparatur sipil negara) tersebut.

Dia mengungkapkan, adanya surat yang beredar tersebut merupakan surat dari Komisi Aparatur Sipil Negera (KASN) mengenai sikap UAS yang melakukan pertemuan dengan Capres Probawo Subianto pada 11 April 2019 yang sempat heboh.

“Yang beredar itu merupakan surat dari KASN ke UIN untuk klarifikasi terkait pertemuan UAS dengan Prabowo yang heboh di YouTube itu. Kita terima dari KASN itu pada 2 Mei 2019. Kita punya waktu 14 hari untuk menjawabnya surat dari ASN,” ujarnya  lagi.

Diketahui sebelumnya, pada tanggal 11 April 2019 lalu, UAS yang merupakan dai jebolan S2 Maroko itu melakukan pertemuan dengan Capres 02 Prabowo Subianto. Dalam perjumpaan tersebut, penceramah kondang ini dinilai berpihak pada capres tertentu.

Sedangkan berdasarkan ketentuan yang ada, ASN harus berpegang pada asas netralitas, tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun.