Kelanjutan Kasus Rommy, KPK Sebut Menag Terima Uang dari Haris Hasanudin


SURATKABAR.ID – Tim Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengantongi uang sebesar Rp 10 juta terkait dalam kasus suap pengisian jabatan di Kementerian Agama, di mana Romahurmuziy terseret sebagai tersangka.

Hal tersebut, dirangkum dari CNNIndonesia, diungkapkan tim Biro Hukum KPK dalam sidang praperadilan Rommy yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (7/5). Tim Biro Hukum KPK yang hadir dalam kesempatan ini adalah Evi Laila Kholis, Indah OS, Firman K, Naila, dan Togi.

“Pada 9 Maret 2019 Lukman Hakin Syaifuddin terima uang Rp 10 juta dari Haris Hasanudin saat kunjungan Menteri Agama ke salah satu pesantren Tebu Ireng Jombang sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris Hasanudin sebagai Kakanwil Kemenag Prov Jatim,” tutur Evi.

Selain itu, terkuak juga bahwa dari Desember 2018 hingga Maret 2019 terdapat rangkaian proses seleksi jabatan untuk pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenag. Termasuk salah satunya adalah jabatan Kakanwil Jatim.

“Salah satu peserta seleksi adalah Haris Hasanudin yang saat itu menjabat sebagai Plt Kemenag Jatim,” ungkap Evi.

Baca Juga: Meski Ditahan KPK, Ternyata Rommy Masih Terima Gaji dari DPR

Lebih lanjut Evi menjelaskan salah satu syarat seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenag yakni tak pernah mendapat saksi hukuman disiplin PNS tingkat sedang atau berat dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Namun Haris sendiri pernah dijatuhi hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, yakni pada tahun 2016 silam.

“Bahwa agar tetap bisa mengikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenag, Haris Hasanudin melalui Gugus Joko Waskito memberi masukan kepada Saudara Lukman Hakim Saifuddin selaku Menteri Agama perihal kendala yang dihadapi oleh Haris Hasanudin dan meminta bantuan agar tetap dapat mengikuti proses seleksi yang sedang berlangsung,” jelas Evi kemudian.

Selanjutnya, Lukman dan Rommy menjanjikan akan membantu Haris dalam proses seleksi itu. Akhirnya pada 3 Januari lalu, Haris dinyatakan lulus seleksi administrasi dan menduduki kursi jabatan sebagai Kakanwil Jawa Timur.

Namun Januari 2019, Ketua KASN merekomendasikan Lukman agar kelulusan Haris dibatalkan. Lukman malah menyampaikan pada Ketua KASN dengan menyebut bahwa Haris telah melalui semua tahaman seleksi dan mendapat peringkat tiga besar. Karena itu ia dipertimbangkan masuk ke tahap berikutnya.

Bahkan, diketahui bahwa Lukman malah meminta kepada Ketua KASN untuk menerbitkan surat rekomendasi yang diperuntukkan bagi Haris. Pada 5 maret lalu, Lukman melantik Haris sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.