Andre Taulany Dimaafkan, Ketua MUI: Sifat Nabi Adalah Pemaaf


SURATKABAR.ID – Pada Sabtu (04/05/2019), Andre Taulany mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta maaf atas candaannya yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah acara televisi yang dibawakan bersama Sule di tanggal 21 Juni 2018 lalu.

Seperti diketahui, sebelumnya Andre tersandung permasalahan terkait candaan ‘sepatu Adisomad‘. Namun belum juga selesai hal tersebut, mantan vokalis band Stinky ini kembali menjadi sorotan akibat guyonannya.

Dikutip dari reportase OkeZone.com, Minggu (05/05/2019), kemarin Andre diterima langsung oleh Muhammad Cholil Nafis yang merupakan Ketua Komisi Dakwah MUI.

“Saya datang ke sini adalah untuk meminta maaf melalui MUI sebagai perwakilan umat Islam atas kekhilafan yang telah saya lakukan. Saya umat muslim tentu juga cinta juga kepada Rasulullah SAW, di mana saya selalu menyebut namanya di dalam ibadah saya, dalam salat saya, salawat saya, jadi naudzubillahimindzalik kalau saya sampai menghina nabi saya sendiri, nabi kita semua Nabi Muhammad,” beber Andre di hadapan rekan media dan wartawan.

Menurut pengakuan Andre, dirinya benar-benar meminta maaf jika ada perkataan atau candaannya yang menyinggung seluruh umat Islam. Andre pun berharap agar umat Islam membukakan pintu maaf baginya.

Baca juga: Usai Dituding Lecehkan Ulama, Lawakan Andre Taulany Kini Dianggap Hina Nabi Muhammad

Dalam kesempatan yang sama, Andre juga meminta agar MUI dan berbagai lapisan masyarakat lainnya bisa mengingatkan jika ia kembali melakukan kelalaian di kemudian hari.

“Mohon maaf dan mohon bimbingannya dari Kyai, MUI dan para ulama, ustaz, tokoh pemuka agama, dan seluruh umat Islam untuk saling mengingatkan dan memberikan masukan-masukan yang baik agar selamat dunia akhirat,” tutup Andre.

Sifat Nabi Adalah Pemaaf

Menanggapi permintaan maaf Andre, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis lantas mengingatkan soal sifat Nabi Muhammad SAW yang pemaaf.

“Ya kalau orang Islam, sebagaimana sifat Nabi, adalah pemaaf,” tutur Cholil kepada pers, Minggu (05/05/2029), sebagaimana dilansir dari Detik.com.

Cholil lantas membahas perihal tujuan berpuasa. Dia menerangkan bahwa tujuan berpuasa salah satunya ialah melatih emosi. Ia pun  lantas mengajak umat Islam agar saling memaafkan. Sebab, imbuh Cholil, setiap orang juga berpotensi melakukan kesalahan.

“Dan di antara tujuan bulan puasa itu adalah melatih emosi kita. Maka esok kita mulai berpuasa,” tukas Cholil.

“Mari hayati ayat Alquran, orang yang mampu mengendalikan emosi dan memaafkan pada orang lain. Setiap orang pasti punya potensi besar untuk salah, potensi untuk keliru,” sebutnya mengimbaukan.

Cholil sendiri mengaku akan menerima permintaan seseorang yang melakukan kesalahan karena tak disengaja.

“Orang yang diminta maaf meskipun dengan keteledoran yang dia tidak sengaja, dia minta maaf ya, kalau saya ya memaafkan,” ungkapnya.

Diketahui, Andre telah menyampaikan permintaan maafnya kepada umat Islam melalui MUI atas pernyataannya di salah satu stasiun televisi yang dinilai menghina Nabi Muhammad. Dia berharap permohonan maafnya itu diterima.

“Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, apabila ada canda-candaan saya atau mungkin kata-kata saya yang secara tidak langsung menyakiti perasaan saudara-saudara semua, seluruh umat Islam, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan dan juga kelalaian saya yang tanpa saya sengaja,” demikian Andre mengutarakan maafnya di kantor pusat MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (04/05/2019) kemarin.