Gelar Syukuran Rumah Baru, Pria Ini Tak Sengaja Bikin 11 Ribu Kelinci Mati Mendadak. Kok Bisa?


SURATKABAR.ID – Beberapa orang memang kerap memeriahkan perayaan hari besar tertentu dengan cara membakar petasan. Karena barangkali, dengan adanya bunyi-bunyian yang menggelegar tersebut maka suasana akan terasa tambah hidup dan semakin ramai serta meriah. Mungkin bagi sejumlah orang yang sehat lahir batin dan tidak mudah kaget, mendengar gaduhnya ledakan petasan bukanlah masalah besar. Tapi bagi hewan peliharaan Anda, ceritanya akan berbeda.

Melansir TribunNews.com, Kamis (25/04/2019), seperti kisah seorang pria yang tanpa sengaja telah menewaskan 11 ribu ekor kelinci secara mendadak. Pada tahun 2018 lalu, sebanyak 10 ribu kelinci mati setelah mendengar suara petasan yang berasal dari perayaan kembang api yang diadakan seorang pria di China.

Saat itu, pria yang bernama Cai Nan tersebut baru saja menyelesaikan renovasi rumahnya di Xuzhou, Jiangsu, China. Karenanya, Cai Nan lantas memutuskan untuk menggelar pesta kembang api sebagai bentuk ucapan syukur.

Singkat cerita, ia bersama para pekerja lalu memasang belasan petasan di atap rumahnya. Sehingga gaduhnya bunyi petasan itu tidak berhenti hingga 4 menit.

Cai tidak pernah membayangkan bahwa suara keras yang mereka buat akan berpengaruh pada ribuan kelinci di peternakan milik tetangganya.

Baca juga: Kocak! Kucing-kucing Petani Ini Patuh Saat Diceramahi Sebelum Makan

Malangnya, para kelinci itu ketakutan, lalu mati.

Si tetangga pemilik peternakan yang bernama Zhang langsung melaporkan Cai Nan pada polisi. Tetangga Cai Nan yang bermarga Zhang itu lantas mengatakan kepada pengadilan Xuzhou, bahwa pesta kembang api Cai Nan telah mengubah peternakannya menjadi kamar mayat.

Zhang lantas meminta kompensasi kepada tetangganya. Dan ketika Cai Nan menolak, dia membawanya ke pengadilan.

Zhang mengklaim bahwa lebih dari 10.000 kelinci muda miliknya, serta 1.573 kelinci dewasa peliharaannya jadi mati lantaran ketakutan oleh suara keras tersebut. Sementara itu, 15 ribu kelinci betina miliknya harus mengalami keguguran spontan akibat gaduhnya ledakan petasan selama 4 menit non stop tersebut.

Akhirnya, Hakim Xuzhou kemudian memutuskan bahwa Cai Nan bertanggung jawab atas kematian ribuan kelinci tersebut. Dan ia pun harus memberikan kompensasi kepada tetangganya itu.

Dia diperintahkan untuk membayar 440.000 yuan (Rp 925 juta) dalam sepuluh hari. Namun Cai Nan juga mengajukan banding atas keputusan Hakim tersebut. Pada Senin (22/04/2019) lalu, Cai mencoba untuk mengajukan banding namun hal itu langsung ditolak oleh pengadilan Xuzhou.