Pria Berpenghasilan Rp 128 Juta per Hari Ini Mencoba Hidup Jadi Gelandangan, Begini Hasilnya


SURATKABAR.ID – Seorang miliuner asal Inggris, Kieren, menilai bahwa gelandangan atau tunawisma merupakan orang lemah dan pemalas. Menurutnya menggelandang adalah sebuah pilihan hidup yang seharusnya bisa dihindari mereka-mereka dengan keyakinan kuat untuk bisa berhasil.

Kini, seperti dihimpun dari Detik.com pada Rabu (24/4/2019), pria berusia 23 tahun ini menerima tantangan untuk hidup di jalanan layaknya gelandangan selama tiga hari. Padahal sehari-harinya ia bisa menghasilkan 10 ribu poundsterling atau setara dengan Rp 182 juta. Sanggupkah Kieren?

Dengan pemasukan yang sangat besar itu, tentu Kieran memiliki gaya hidup hedon sebagaimana para miliuner lain. Isi lemarinya saja bisa mencapai 30 ribu pundsterling atau yang setara dengan Rp 500 jutaan. Bisa Anda bayangkan total harta kekayaan milikinya hingga terdaftar sebagai miliuner Inggris?

Kieran pun mendapatkan tantangan untuk hidup sebagai tunawisma dari sebuah acara reality show berjudul Rich Kids Go Homeless yang ditayangkan di Channel 5. Tak diperkenankan membawa sepeser hartanya, Kieran harus bisa hidup selama tiga hari dengan kantung tidur, mantel dan kaos kaki.

Baca Juga: Rekor! Terancam Hukuman Penjara 15.000 Tahun, Pria Ini Punya Daftar Kejahatan Terpanjang

Setelah menghabiskan waktu sehari penuh, ia hanya bisa mengantongi 5 poundsterling saja. Dengan penghasilan tersebut, Kieran pun gagal menginap di hotel yang khusus diperuntukkan bagi tunawisma, sehingga terpaksa bermalam di dekat stasiun kereta.

“Sulit untuk mengemis selama berjam-jam dan hanya mendapatkan 5 poundsterling saat aku dengan mudahnya mendapatkannya hanya dalam hitungan detik,” ujarnya dalam program acara yang pada akhirnya berhasil mengubah pandangan Kieran tentang dunia.

Pada hari kedua terjadi masalah. Kieran membuat gelandangan lain marah karena dianggap telah merebut lapak mengemisnya. Ia bahkan sampai ditogong sebilah pisau. Beruntung kejadian tak diinginkan berhasil digagalkan awak kru.

Acara belum selesai. Kieran harus menuntaskan tantangannya dengan hidup sebagai tunawisma hingga hari ketiga. Pada akhir episode, Kieran pun kembali ke istananya menggunakan taksi. Berkat pelajaran berharga tersebut, ia akhirnya tak lagi memandang rendah orang lain dan lebih menghargai kehidupan.