Yusril: Jangan Sampai Hasil Akhir Pemilu Justru Hanya Mengikuti dan Melegitimasi Hasil Quick Count


SURATKABAR.IDSeusai Pemilu dan Pilpres 2019 yang diselenggarakan pada Rabu (17/04/2019), sejumlah lembaga survei terpercaya Tanah Air telah merilis hasil hitung cepat (quick count). Sejauh ini, ada tujuh partai politik yang diprediksi tak akan lolos Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen di pileg 2019. Salah satunya ialah Partai Bulan Bintang (PBB). Namun Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra menyebutkan, jangan sampai hasil akhir Pemilu justru hanya mengikuti dan melegitimasi hasil quick count (QC).

Seperti dikutip dari laporan JawaPos.com, Sabtu (20/04/2019), Yusril meminta agar seluruh kader PBB tidak terpengaruh dengan hasil QC. Pasalnya, bagi Yusril, munculnya hasil hitung cepat pemilu ini berpotensi dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan.

“Apapun hasil Quick Count jangan membuat para caleg dan aktivis Partai Bulan Bintang (PBB) terpengaruh. Jangan sampai hasil akhir pemilu justru hanya mengikuti dan melegitimasi hasil Quick Count,” tandas Yusril dalam keterangannya kemarin Jumat (19/04/2109).

Yusril menambahkan, hasil akhir pemilu ialah hasil yang secara resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Itulah sebabnya, Yusril meminta seluruh kader dan simpatisan untuk tidak lengah dalam mengawal suara PBB.

“Tetaplah waspada dan jangan lengah. Kawal suara sampai perhitungan akhir. Insya Allah, Tuhan memberikan pertolongan dan kemenangan kepada Partai Bulan Bintang!” tegas Yusril mengimbaukan.

Baca juga: Ini Dia 7 Artis yang Gagal Nyaleg, Ada yang Sampai Stres!

Sementara itu, Ketua Bidang Pemenangan PBB, Sukmo Harsono menuturkan, pihkanya sedang melakukan rekapitulasi suara yang berasal dari caleg partai di seluruh Indonesia. Dari sampling yang sudah masuk, ia mengklaim telah mendapatkan perolehan suara 4,4 persen.

Hal itu diketahui berdasarkan suara caleg di tingkat DPR RI pada dapil Aceh, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur dan DKI Jakarta. Mengacu kepada data tersebut, Sukmo meyakini hitungannya tak akan meleset dari hasil Real Count KPU.

“Hitungan kami saat ini suara PBB sudah 4,4 persen. Dan saya yakin real count KPU nanti akan sesuai dengan hitungan internal PBB,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, dalam seluruh hasil hitung cepat lembaga survei, ada tujuh partai yang diprediksi tak lolos ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Adapun 4 dari 7 partai yang tak lolos Senayan merupakan partai baru. Ini berarti keseluruhan partai baru dinyatakan tidak lolos.

Mereka terdiri dari Partai Berkarya, Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Adapun partai yang terpaksa terdepak dari Senayan adalah Partai Hanura. Sedangkan dua partai lainnya yaitu partai lama yang belum lolos ke Senayan, yakni PKPI dan partai yang diketuai oleh Yusril; Partai Bulan Bintang (PBB).