Waduh! Masjid Tua yang Berdiri Sejak Abad ke-13 Ini Kini Jadi Kelab Malam


SURATKABAR.ID – Catatan menyesakkan datang dari sebuah tempat ibadah bagi umat Muslim di Palestina yang dibangun pada abad ke-13. Usai wilayah tersebut berada di bawah tangan Israel, masjid yang berdiri di Distrik Safed kini telah beralih fungsi sebagai kelab malam.

Masjid tersebut, seperti dirangkum dari laman Sindonews.com pada Kamis (18/4/2019), adalah Masjid Al-Ahmar. Masjid ini telah digunakan untuk berbagai fungsi sejak tahun 1948. Mulai dari sekolah Yahudi, pusat kampanye pemilihan umum, hingga toko pakaian dan sekarang sebagai bar serta aula acara.

Khair Tabari, Sekretaris Safed dan Tiberias Islamic Endowment, mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan tempat suci bagi pemeluk agama Islam tersebut. Ia juga meminta agar masjid dikembalikan ke pihak Endowment dan masih menanti putusan dari Pengadilan Nazareth.

Tak hanya beralih fungsi, nama masjid kuno tersebut juga telah diganti dari awalnya Masjid Al-Ahmar menjadi Khan Al-Ahmar. Bangunan tersebut kini berada di bawah pengelolaan perusahaan yang berafiliasi dengan Pemerintah Kota Safed, Israel, mengutip laporan Al-Quds Al-Arabi, Rabu (17/4/2019).

“Saya merasa pusing ketika saya melihat vandalisme di dalam masjid, seperti yang dapat dilihat sisa-sisa ayat Al-Qur’an dihapus dari mimbar dan digantikan oleh Sepuluh Perintah dalam bahasa Ibrani,” ungkap Tabari.

Baca Juga: Unik! Terbuat dari Lumpur, Masjid Agung Djenne di Afrika Barat Ini Sarat Nilai Sejarah

Dr. Mustafa Abbasi, yang merupakan sejarawan mengatakan bahwa, Masjid Al-Ahmar yang dibangun pada tahun 1276 ini diselimuti dengan nilai sejarah dan arsitektur tinggi.

“Masjid Al-Ahmar mendapatkan nama dari batu merahnya. Hari ini masjid ini digunakan dalam berbagai cara, tetapi bukan sebagai ruang salat bagi umat Islam,” tutur Tabari yang merupakan penduduk asli dari Safed.

Tak hanya Masjid Al-Ahmar, karena ada masjid bersejarah lainnya yang berdiri di Safed memiliki cerita serupa, yakni Greek Mosque atau Masjid Yunani. Masjid ini dibangun pada tahun 1319 dan kini terlarang digunakan sebagai tempat beribadah umat Muslim. Masjid tersebut kini berfungsi sebagai galeri seni.

Ribuan warga Palestina, termasuk keluarga Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, diberitakan telah dicabut hak tinggalnya usai melarikan diri dari wilayah Safed pada 1948, sebelum pasukan paramiliter Yahudi mengambil alih Safed.

Hingga saat ini, di wilayah tersebut tak ada lagi populasi Arab yang signifikan. “Saya mengunjungi Safed sebelumnya, sekali,” ujar Presiden Abbas kepada media Israel. “Saya ingin melihat Safed. Adalah hak saya untuk melihatnya, tetapi tidak untuk tinggal di sana,” imbuhnya.