Di Luar Dugaan, Ini Jawaban Bawaslu atas Permintaan Eggi Sudjana Agar Jokowi Didiskualifikasi


SURATKABAR.ID – Calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana meminta Bawaslu untuk mencoret nama dan mendiskualifikasi Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Eggi, dihimpun dari laman Detik.com pada Jumat (12/4/2019), menuding pasangan 01 tersebut diduga telah melakukan kecurangan terstruktur. Hal ini terkait dengan kasus surat suara tercoblos yang ditemukan di Selangor, Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Bawaslu angkat bicara. Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja mengungkapkan, jika tim kampanye terbukti secara sah melakukan kecurangan pada 50 persen dari suara di Indonesia, maka besar kemungkinan pasangan calon dapat didiskualifikasi.

“Administrasi TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) itu jika terbukti pelaksanaan kampanye, tim kampanye, dan siapa pun yang ditunjuk melakukan perbuatan yang dilarang itu secara terstruktur, sistematis, dan masif.

“Dihitung, kalau presiden itu 50 persen dari jumlah seluruh wilayah penduduk Indonesia, wilayah republik ini,” jelas Rahmat, ditemui di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, untuk dimintai konfirlasi terkait hal tersebut pada Jumat (12/4).

Baca Juga: Penuh Keganjilan, Ini 10 Analisis Ketua NasDem Terkait Temuan Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Seperti yang diketahui, Eggi Sudjana melaporkan pasangan Jokowi-Ma’ruf ke Bawaslu terkait surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Bagja lantas memaparkan bahwa suara pemilih di Malaysia tak sampai 50 persen suara pemilih di Indonesia.

Namun demikian ia menegaskan Bawaslu akan tetap menelusuri keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam kasus tersebut.

“Malaysia 50 persen nggak? Enggak kan. Jadi bisa hanya pada spot di situ, kemungkinan itu bisa, tapi bukan diskualifikasi. Apakah ada keterlibatan, perlu dilihat juga, jangan-jangan tidak ada keterlibatan sama sekali ini. Jangan-jangan hanya ketiban pulungnya, jadi ini yang perlu dicek di lapangan,” tambahnya.

Diketahui, sebelumnya Eggi melaporkan kasus soal surat suara tercoblos yang ditemukan di Selangor, Malaysia, kepada Bawaslu. Selain itu, Eggi juga melaporkan Calon Presiden Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin atas dugaan melakukan kecurangan terstruktur dan meminta Bawaslu mendiskualifikasi Jokowi.

“Dasar hukum laporan tersebut pada terlapor karena, yang pertama, kelalaian dari penyelenggara pelaksana pemilu. Yang kedua, kami menduga adanya di sini jual-beli suara yang terstruktur, tersistematis, dan masif, seperti pada pernyataan Bawaslu,” ujar pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadhoni, di Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (12/4).

Dalam surat suara yang tercoblos, selain paslon petahana juga ada caleg dari Parai NasDem. “Untuk itu, karena memang ini yang tercoblos adalah 01 dan caleg daripada Partai NasDem, klien kami menginginkan Saudara Jokowi didiskualifikasi,” tambah Pitra kemudian.