Keterlaluan! Pelaku Penganiayaan Audrey Malah Bikin Video Boomerang di Kantor Polisi


    SURATKABAR.IDNetizen tanah air dibuat berang melihat respon ketiga siswi yang diduga merupakan pelaku penganiayaan Audrey (14), siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. Seperti diketahui, publik saat ini tengah digegerkan oleh kasus penganiayaan yang menimpa Audrey. Tak hanya sedang viral, hash tag #JusticeForAudrey menjadi trending topic pertama di dunia di media sosial Twitter kemarin, Selasa (09/04/2019). Netizen dibuat jengah atas terduga pelaku pengeroyokan brutal yang terdiri dari 12 orang siswi SMA. Pasalnya, seolah tak takut dan tanpa penyesalan, ketiga terduga pelaku yang sedang diperiksa malah bikin video boomerang Instagram dengan santainya di kantor polisi.

    Menukil laporan JPNN.com, Rabu (10/04/2019), senyum tersungging malah menghiasi wajah salah satu terduga pelaku. Seolah merasa tak bersalah atas perbuatannya, ekspresi siswi berhijab itu malah menyiratkan senyuman membangkang dan menantang. Padahal, korban yang saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Mitra Medika itu tak hanya mengalami sejumlah luka fisik yang berat. Ia juga mengalami trauma atas insiden yang menimpanya.

    Video ketiga terduga pelaku ini kini beredar luas di media sosial dan disebarkan warganet ke banyak akun informasi di Instagram. Aktris Nikita Mirzani pun sampai mengomentari video itu.

    “Yang main boomerang di kantor polisi, apa masih bisa megang HP nanti,” sindir Nikita di akun Instagramnya.

    Niki diketahui termasuk selebritas tanah air yang ikut mengunggah gambar dukungan Justice for Audrey di akunnya.

    Baca juga: Tragis! Ada yang Dibunuh dan Ditembak, Hidup 6 Ratu Kecantikan Ini Berakhir Miris

    Sementara itu, Salsa Farisha (SF) salah satu siswi SMA dalam video itu yang diduga termasuk pelaku penganiaya Audrey masih tetap eksis di akun Instagram. Hanya saja ia mematikan kolom komentar untuk menghindari komentar netizen yang marah besar lantaran kasus ini.

    Namun, meski menghindari komentar miring, akun Instagram SF tetap dipenuhi dengan posting-an hasil tagging warganet yang meluapkan kekesalan mereka.

    “Contoh salah didikan nih. Gak merasa bersalah sama sekali,” tulis warganet di posting-an untuk SF.

    Kronologi Kejadian

    Awalnya, runutan kejadian kisah penganiayaan AU ini dicuitkan oleh akun Twitter @syarifahmelinda. Dalam thread yang dibagikan, akun Twitter ini mendapatkan informasi mengenai penganiayaan AU oleh 12 siswi SMA dari berita dan juga tante korban. Demikian informasi yang dikutip dari laporan Jatim.TribunNews.com.

    “Maaf saya bukan mau pansos dan ini beritanya juga aku up sesuai berita dan tantenya juga jadi kalau pelakunya mau kenain saya UU ITE saya ngga takut saya mah memilih viral di notice idol korea aja dari pada di katain mau ikutan pansos berita ini wkwk,” tulis akun @syarifahmelinda.

    Akibat penganiayaan itu, kepala AU ini diduga dibenturkan ke aspal, rambutnya dijambak, wajahnya ditendang, diinjak di bagian perutnya, disiram air dan trauma bagian dada. Tak hanya itu, yang keterlaluan, bahkan seorang pelaku diduga telah merusak organ intim korban hingga menghilangkan selaput daranya.

    “Para pelaku membenturkan kepala korban dengan aspal, lalu menendang perut korban berkali-kali, serta dilakukan pencekikan dan penyiraman dengan air secara bergantian,” tulis akun @syarifahmelinda.

    “Dan wajah korban ditendang dengan sandal gunung sehingga terjadi pendarahan dalam hidung korban serta di kepala ada benjolan dan kebanyakan luka dalam,” tambahnya.

    Selain itu, pelaku diduga melukai bagian organ intim korban hingga lebam dan menimbulkan bekas luka.

    Setelah mengalami penganiayaan, korban takut melaporkan ke orangtuanya. Bahkan masalah ini baru disampaikan ke orangtuanya selang 7 hari usai penganiayaan. Korban dan orang tuanya melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Pontianak Selatan, Jumat (05/04/2019).

    Setelah dilaporkan ke pihak kepolisian, langsung dilakukan proses mediasi di Polsek Pontianak Selatan. Sebenarnya sempat dilakukan mediasi pada Jumat (05/04/2019) kemarin, namun tidak ada itikad baik dari para pelaku seperti meminta maaf. Bahkan kini viral dan beredar pula foto-foto para pelaku yang cengengesan selama berada di kantor kepolisian.

    Sementara itu, proses penyidikan terhadap ke-12 pelaku ini hingga saat ini masih berjalan. Kanit PPA Polresta Pontianak, Iptu Inayatun Nurhasanah mengungkapkan, pihaknya baru saja menerima limpahan berkas dari Polsek Selatan.

    “Kita baru saja mendapatkan limpahan berkasnya. Kita akan panggil orangtua korban,” ucap Nurhasah saat diwawancarai, Senin (08/04/2019).

    Mengutip Grid.ID, bahkan Wali Kota Pontianak pun ikut menjenguk korban dan menegaskan bahwa kasus ini harus diusut sampai tuntas. Karena viral di media sosial, banyak warganet yang ikut bersimpati atas kasus ini. Sudah kesekian kali kasus bullying atau perundungan yang sebabkan penganiayaan terjadi.

    Tak heran jika keluarganya malu akan tindakan anak mereka yang keji tersebut. Pelaku yang juga masih berusia belia tentu membutuhkan wali demi kelancaran penyidikan tapi bagaimana jika orang tua dan keluarganya sendiri menolak untuk mengurusnya karena malu? Berembus kabar, terduga pelaku sampai harus menyewa orang tua bayaran untuk menjadi wali atas perbuatannya tersebut.

    Petisi agar Kasus Diusut Tuntas

    Atas dasar itu, dibuatlah petisi atas nama Masyarakat Indonesia yang meminta penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut. Petisi dibuat di salah satu website petisi online terkenal yakni Change.org. Kasus ini tentunya juga mendapat perhatian dari selebriti, selebgram, dan selebtweet, termasuk pengacara kondang tanah air, Hotman Paris Hutapea. Sedangkan hingga saat ini, Audrey masih dirawat di rumah sakit.

    Sudah lebih dari satu juta netizen telah menandatangani petisi ini. Petisi ini bertujuan demi keadilan untuk Audrey dan mendesak pemerintah setempat maupun Indonesia untuk melakukan dan memberikan keadilan bagi korban. Berikut adalah tautan petisi untuk korban bernama Audrey.