Gerindra: Prabowo Adalah Penggerak Antikorupsi di Dalam TNI


SURATKABAR.ID – Acara debat bertemakan antikorupsi baru saja dihelat The University of Oxford Society of Indonesia di Graha Bimasena, Jakarta, Jumat (05/04/2019). Dalam acara ini, Dirgayuza Setiawan selaku Ketua DPP Partai Gerindra mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak disukai oleh banyak seniornya saat masih aktif menjadi prajurit TNI. Hal itu dikarenakan capres nomor urut 02 tersebut kerap membongkar kasus korupsi yang terjadi di tubuh TNI. Itulah sebabnya banyak senior Prabowo yang tak suka padanya.

“Banyak senior beliau yang tidak senang dengan beliau,” beber Dirgayuza di Graha Bimasena, Jakarta, Jumat (05/04/2019), seperti dilansir dari laporan CNNIndonesia.com, Sabtu (06/04/2019).

Menurut Dirgayuza, Prabowo memang kerap mengungkapkan kasus korupsi yang terjadi di tubuh TNI. Suatu saat, ia melanjutkan, Prabowo pernah menemukan pembengkakan anggaran dalam pembelian alutsista. Menurut penuturan Dirgayuza, Prabowo tahu bahwa anggaran alutsista itu dikorupsi hingga 500 persen.

Prabowo lantas melaporkan kepada pimpinan TNI bahwa terjadi korupsi. Tak ayal, hal itu praktis membuat para seniornya gusar.

“Beliau berani untuk bicara ke pimpinan TNI. Beliau berani mengungkapkan dan akhirnya kita tahu sendiri beliau banyak dimusuhi senior-seniornya,” tandas Dirgayuza.

Baca juga: Kisah Prabowo yang Sarankan Soeharto Mundur dari Jabatan Presiden

Lebih lanjut, Dirgayuza mengimbuhkan bahwa hal itu tidak diketahui orang banyak . Dia sendiri bahkan baru mengetahuinya padahal telah mengenal Prabowo sejak sekitar 11 tahun yang lalu.

Berdasarkan kesan yang diperolehnya, Prabowo merupakan sosok yang membenci tindakan korupsi. Dengan begitu, Dirgayuza yakin Prabowo sangat ingin melawan korupsi jika terpilih menjadi presiden Republik Indonesia nanti.

“Dia adalah pribadi yang sangat kuat untuk melawan korupsi. Dia adalah penggerak antikorupsi di dalam TNI,” tukas Dirgayuza.

Gerindra Rapi dalam Transparansi Keuangan

Sementara itu, eks komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjajanto juga mengutarakan hal yang tak jauh berbeda. Ia meyakini bahwa Prabowo memang antikorupsi.

Bambang merujuk dari reputasi Partai Gerindra yang dikomandoi Prabowo. Dia menyebutkan Gerindra adalah satu-satunya parpol yang rapi dalam transparansi keuangan.

“Artinya, orang yg bernama Prabowo Subianto sudah melakukan apa yang sudah disebut ekosistem antikorupsi itu,” tandas Bambang.

Diketahui sebelumnya, kelompok alumni Universitas Oxford, Inggris yang tergabung dalam The University of Oxford Society of Indonesia menghelat debat dengan tema antikorupsi. Dalam debat itu, TKN menghadirkan Budiman Sudjatmiko, Dini Purwono, Agus P Sari, dan Rio Haminoto. BPN sendiri mengirim Sudirman Said, Bambang Widjajanto, Ledia Hanifa, dan Dirgayuza Setiawan.

Adapun dewan jurinya terdiri dari berbagai kalangan akademisi, termasuk seorang peneliti antikorupsi ternama. Mereka adalah mantan menteri pertambangan dan energi dan mantan Sekjen OPEC Subroto, CEO Daya Dimensi Global Andi Wibisono, CEO Daya Dimensi Indonesia Yuri Yogaswara, pendiri Linda Widyawati & Pusponegoro Lawfirm Arisia Pusponegoro, serta peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama Langkun.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]