Kisah Jenderal Patton yang Telak Kalahkan Nazi Jerman dengan 2 Pistol Pembawa Keberuntungan


SURATKABAR.ID – George Smith Patton dalam sepak terjangnya dikenal sangat mumpuni. Ia berperan penting memimpin pasukan Amerika Serikat di Perang Dunia II saat bertempur melawan pasukan Nazi Jerman. Jenderal Pattonlah yang menjadi komandan pasukan tank yang legendaris tersebut.

Sebagai komandan pasukan tank yang dalam bertempurnya dikenal selalu bergerak cepat, pasukan tank Jenderal Patton ini hanya bisa ditandingi oleh pasukan tank Nazi di bawah pimpinan Marsekal Erwin Rommel atau Jenderal Heinz Guderian. Demikian dilansir dari laporan Intisari.Grid.ID, Rabu (27/03/2019).

Salah satu kehebatan Patton yang berpengaruh sangat penting dalam menentukan kemenangan perang atas Nazi Jerman yakni pada tahun 1943. Ketika itu, pasukan tank 7th US Army di bawah pimpinan Patton berhasil menguasai Sicilia, Italia.

Pada tahun 1944,  pasukan Sekutu melancarkan serangan besar-besaran untuk membebaskan Prancis dari Nazi Jerman (Operation Overlord). Saat itu jugalah Jenderal Patton yang dipercaya memimpin pasukan tank 3rd US Army sukses memukul mundur pasukan tank Nazi Jerman. Dengan cepat, ia mampu menguasai sejumlah kota di Prancis.

Jenderal Patton yang dalam taktik perangnya menerapkan “doktrin serangan kilat tanpa mengenal kata mundur” itu merupakan pasukan pertama yang berhasil menyeberangi Sungai Rhine memasuki daratan Jerman. Selanjutnya ia bersama pasukan Sekutu lainnya telah sukses menaklukkan Nazi.

Baca juga: Mematikan! Lumpuhkan Ratusan Musuh, Inilah Kisah Lyudmila Pavlichenko—Sniper Wanita dalam Perang Dunia II

2 Pistol Revolver Keberuntungan

Keberhasilan Jenderal Patton yang menjadi kunci kemenangan perang Sekutu atas Nazi Jerman ini makin mengibarkan nama Patton. Apalagi jika mengingat sebelum menang pun, sosoknya sudah dikenal sebagai Jenderal yang unik lagi nyentrik.

Keunikan sekaligus kenyentrikan Patton dicirikan oleh kegemarannya menyandang dua pistol ala cowboy di pinggang kiri kanannya. Padahal, selama Perang Dunia II berlangsung, tak sekalipun kedua pistol revolver bergagang gading gajah itu pernah digunakannya.

Tapi, Patton yang sudah menjadi tentara AS ketika militer AS terlibat peperangan dengan Mexico (1916) itu pernah terlibat dalam pertempuran jarak dekat di Mexico. Dan saat itu, ia berhasil menembak sejumlah musuh menggunakan pistol revolver yang biasa digunakan oleh para cowboy tersebut.

Atas keberhasilan dalam pertempuran di Meksiko, Patton yang menganggap pistol revolvernya sebagai keberuntungan itu; dan kebetulan dari sejak kecil Patton memang penggemar berat senjata api, kemudian memutuskan untuk selalu menyandang dua pistol tersebut di pinggangnya.

Jadi Mudah Dikenali

Sebagai komandan pasukan tank Sekutu, Patton dengan mudah dikenali berkat pemakaian sepasang pistol bergagang gading itu, meski faktanya kedua pistol yang selalu penuh peluru itu tak pernah ia tembakkan.

Namun sebagai jenderal paling  nyentrik di kalangan US Army, setelah kemenangan tempur pasukan Sekutu atas Jerman, Patton yang sedang mengendarai jeep di suatu kawasan di Jerman malah mengalami nasib nahas. Ia mengalami kecelakaan yang kemudian merenggut nyawanya.

Kematian Jenderal Patton yang begitu cepat itu sangat mengejutkan publik Negeri Paman Sam. Apalagi jenderal yang selalu menang perang itu meninggal bukan di medan perang. Ia berpulang bukan karena disebabkan oleh peperangan, melainkan akibat kecelakaan mobil.