Said Aqil Dipolisikan, Begini Respon Tegas PBNU


SURATKABAR.ID – Said Aqil Siroj yang merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dilaporkan ke pihak Bareskrim Polri lantaran dianggap telah menyebarkan ujaran kebencian. Menurut penilaian PBNU, khilafah merupakan ancaman nyata bagi NKRI.

Sebagaimana dilansir dari reportase CNNIndonesia.com, Rabu (20/03/2019), Robikin Emhas selaku Ketua PBNU bidang Hukum, HAM dan Perundang-Undangan dengan tegas mengungkapkan, sejumlah lembaga survei telah melansir munculnya radikalisme yang ditandai sikap intoleran di Indonesia. Terlebih, imbuh Robikin, kampanye khilafah sudah marak dilakukan sebelum akhirnya HTI dicabut badan hukumnya.

“Kampanye khilafah itu bahkan masih dijumpai dalam tahun politik sekarang ini, di media sosial,” tuturnya kepada awak media, Rabu (20/03/2019).

Robikin mengutarakan, seluruh komponen bangsa selaiknya berkewajiban untuk menjaga keutuhan NKRI, baik keutuhan teritorial, sumber daya alam maupun budaya.

Ia menyampaikan khilafah yang hendak menghapus sekat-sekat bangsa dan negara ialah ancaman nyata terhadap keutuhan NKRI.

Baca juga: Jasad Kiai NU Tetap Utuh Meski Telah Terkubur 31 Tahun, Ternyata Meninggal Saat Lakukan Ini

Robikin menyebutkan, agama dan negara tak perlu dipertentangkan karena keduanya bisa saling mengisi dan harmonis. NU mengharmoniskannya dengan jargon ‘hubbul wathon minal iman‘, nasionalisme adalah bagian dari agama.

“Kiai Said Aqil, NU dan kita semua layak terus mengkampanyekannya. Agar cita-cita didirikannya Indonesia dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Robikin menanggapi santai laporan terhadap Said Aqil. Dia menyerahkan pelaporan itu kepada pihak kepolisian untuk menilainya.

“Mari kita percayakan kepada Kepolisian RI. Apakah terdapat dua alat bukti yang sah agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak, kita lihat nanti,” tukas Robikin.

Sebelumnya, Said Aqil dilaporkan ke polisi oleh Ketua Koordinator Laporan Bela Islam (Korlabi) Damai Hari Lubis, Senin (18/03/2019). Laporan tersebut didasari oleh pernyataan Said yang mengatakan di kubu calon presiden Prabowo Subianto terdapat kalangan radikal.

Laporan oleh Damai Hari Lubis teregistrasi dengan nomor LP/B/0309/III/2019/BARESKRIM tertanggal 18 Maret 2019.

Damai menduga Said telah melakukan ujaran kebencian lewat pernyataannya di sebuah acara televisi swasta. Damai mengatakan, pernyataan Said juga terindikasi sebagai kampanye negatif lantaran diasumsikan telah menyudutkan salah satu pasangan calon.

“Said menyatakan di dalam kelompok 02 terdapat orang radikalis, ektrimis, dan teroris,” ucap Damai, Rabu (20/03/2019).