Jasad Kiai NU Tetap Utuh Meski Telah Terkubur 31 Tahun, Ternyata Meninggal Saat Lakukan Ini


SURATKABAR.ID – Postingan seorang santri mengenai kiai yang meski jasadnya telah terkubur selama 31 tahun namun tetap utuh kini tengah viral di media sosial. Kendati tampaknya tak masuk akal, namun ternyata fakta yang ada memang mengatakan demikian. Awalnya, unggahan testimoni seorang santri tentang hal itu menghebohkan dunia maya.

Diketahui, testimoni tersebut ditulis akun Santri Ndalem yang menyaksikan langsung proses pemindahan jenazah seorang tokoh agama NU tersebut. Kemudian, seperti dikutip dari Detik.com, Selasa (19/03/2019), akun media sosial Aviv Ngalamania mengunggah testimoni itu pada Sabtu (16/03/2019), pukul 14.06 WIB. Postingan ini lalu disukai oleh lebih dari 3.400 netizen. Sementara yang membagikan ulang postingan tersebut pun sudah ada lebih dari 90 kali.

“Subhanalloh nopo leres? Entuk ko sebelah (apa benar? Dapat postingan dari grup medsos sebelah),” tulis Aviv dalam unggahannya.

Media sosial sebelah yang dimaksud tak lain ialah akun Santri Ndalem. Dalam tentimoninya, Santri Ndalem menuliskan kesaksiannya saat melihat proses pemindahan jasad Kiai Anwar S. Sesepuh. Tokoh ulama NU Tambakan, Kecamatan Gandusari.

“Pemindahan makam Kyai Anwar S. Sesepuh. Tokoh ulama NU Tambakan Gandusari. Dari pemakaman umum dipindah ke pemakaman keluarga. Lokasinya di masjid Tambakan Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Subhanalloh…Meskipun wafat 1988, dibongkar Kamis (14/3/2019), kondisi jasad 90% masih utuh. Genap 31 tahun dikebumikan. Kuasa Illahi didepan mata warga. Nyata. Mulai jari kaki sampai kepala masih wujud gandeng, sedikitpun tidak lepas. Kain kafan utuh sedikitpun tidak sobek. Beliau dulu istiqomah sebagai Kyai di ormas NU ini alumnus ponpes Apis Gondang Kecamatan Gandusari. Mari istiqomahkan tahlilan, kirim pahala sedekah hidayah Fatihah agat kita senantiasa terbiasa bantu membantu menabung pahala amal ibadah.Semoga jenazah beliau dan juga kita semua ditaqdirkan Husnul Khotimah Aamiin,” tulis Santri Ndalem.

Baca juga: Allahu Akbar! Seorang Pria Meninggal Dunia Menjelang Salat Subuh, Jamaah Masjid Sempat Lakukan Ini

Usut punya usut, Sosok Kiai Anwar yang bernama lengkap Moch Anwar Sudibyo itu dulunya menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Cabang Blitar pada tahun 1982-1987. Sang ulama juga dikenal sebagai pendiri pondok pesantren Tambakan di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

“Selain pernah sebagai Rais Syuriah PCNU, abah juga Ketua Tarekat Muttabar Amadiyah dan tokoh Tarekat Kodiriah wa Nasyabandiyah Blitar,” ungkap putra Kiai Anwar, Moch Munib saat dikonfirmasi tim pers pada Selasa (19/03/2019).

Meninggal Saat Jadi Imam Salat Subuh

Kiai Anwar meninggal pada 1988, saat menjadi imam jemaah salat subuh di Masjid Baitul Rauf. Masjid itu ialah bagian ponpes Tambakan yang didirikannya.

Terlepas dari itu, Kiai Anwar tercatat sebagai santri pertama di Ponpes Asrama Perguruan Islam Salawiyah (APIS) Gondang, Gandusari. Ponpes Apis Sanan Gondang didirikan KH Shodiq Damanhuri yang masa kecilnya bernama Muhammad Jamhuri.

“Abah itu termasuk salah satu pendiri ponpes Apis Sanan Gondang bersama Kyai Jamhuri. Menurut cerita tahun 1923,” imbuhnya.

Kisah ini diakui pengasuh Ponpes Apis Sanan Gondang, Moch Subhan Anshori. Tak hanya sebagai santri pertama di Pondok Salawiyah saja. Kiai Anwar ini juga mengembangkan ajaran tarekat dengan mendirikan Ponpes Tambakan.

Bagi Subhan, cerita keistimewaan jasad santri ini sudah sering dia dengar selama ini.

“Menyaksikan langsung belum pernah. Tapi saya sudah sering mendengar cerita jenazah atau santri di sini yang khusnul khotimah. Ada yang jasadnya utuh, ada yang menyebarkan aroma wangi. Semoga saja kita nantinya akan seperti itu juga. Aamiin,” tukasnya.

Sebelumnya, tentang jasad Kiai Anwar yang masih utuh viral di media sosial. Banyak netizen yang merasa heran karena jasad itu sudah terkubur puluhan tahun. Jari kaki hingga kepala masih menyambung. Kemudian kain kafan pun tidak ada yang robek.

Dalam postingannya, pemilik akun Anang Boneng juga menambahkan sebuah video berdurasi 14 detik. Tim pers lantas mencari kebenaran postingan itu melalui beberapa sumber. Di antaranya Pondok Pesantren Apis Gondang Gandusari dan pihak keluarga. Hasilnya, pihak ponpes dan keluarga membenarkan semua isi postingan di media sosial tersebut.

“Iya benar saya dapat kabar dari keluarganya tentang pemindahan makam Mbah Kiai Anwar. Walaupun saya tidak menyaksikan langsung dari dekat, tapi saya sangat yakin berita itu benar,” ujar Pengasuh Ponpes Apis Gondang, Moch Subhan Anshori saat dihubungi, Selasa (19/03/2019).

Begitu juga dengan kesaksian putra kelima Kiai Anwar Sudibyo, Moch Munib. Bahkan ia mengaku menyaksikan sendiri bahwa jasad almarhum ayahnya masih utuh.

“Iya memang benar Kamis itu makam bapak saya dipindah. Dan saya melihat sendiri, jasadnya masih utuh. Utuh,” kata Munib kemudian.