Tak Ada Satupun Indomaret atau Alfamart di Sumatera Barat, Ada Fakta Membanggakan Dibaliknya


SURATKABAR.ID – Gerai Indomaret dan Alfamart umumnya kerap ditemukan di berbagai daerah, baik wilayah yang besar maupun kecil. Namun lain halnya dengan di daerah Minang, Sumatera Barat. Ternyata di sana, tak bisa ditemukan satupun gerai Alfamart dan Indomaret tersebut. Hal ini tentu menjadi tanda tanya, mengingat daerah Minang adalah salah satu tempat yang cukup menarik bagi wisatawan untuk berkunjung. Apa sebabnya?

Mengutip Palembang.TribunNews.com, Senin (18/03/2019), alasan kenapa di kota besar seperti Bukittinggi, Padang dan daerah sekitarnya tak ada satupun minimarket waralaba seperti Alfamart, Indomaret, Lawson maupun 7Eleven ternyata punya tujuannya sendiri.

Ternyata toko retail ‘raksasa’ itu tak diizinkan oleh pemerintah daerah masuk ke Sumatera Barat. Pemda setempat memang melarang minimarket waralaba itu beroperasi. Sebab ada kekhawatiran keberadaannya malah dapat mematikan kelangsungan usaha para pedagang tradisional.

Fakta membanggakan ini juga pernah dikemukakan oleh Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah. Ia memastikan tak akan memberikan izin kepada jaringan waralaba Indomaret dan Alfamart untuk membuka gerainya di Kota Padang.

Menurutnya, kehadiran kedua waralaba itu dapat merusak ekonomi daerah nantinya.

Baca juga: Dihamili Hingga Lahirkan Anak, Cewek di Bekasi Gugat Pacarnya Rp 5,1 Miliar

“Indomaret dan Alfamart tidak dikeluarkan izinnya karena akan merusak ekonomi daerah,” tukas Mahyeldi beberapa waktu lalu.

Dengan suasana toko yang modern, terang, ber-AC, barang yang tertata apik, aneka barang yang cukup lengkap, dan harga jual yang pasti, tentunya membuat orang lebih suka berbelanja di minimarket waralaba tersebut.

Sehingga tak heran jika Minimarket waralaba sering dituding sebagai penyebab warung-warung atau toko kelontong menjadi sepi pembeli.

Hukum alam pun berlaku bahwa yang kuat yang akan menang, yang kalah akan tersisih.

Apalagi orang Minang sejak dulu terkenal dengan jiwa dagangnya, sehingga larangan membuka gerai minimarlet waralaba bertujuan untuk melindungi keberadaan pedagang tradisional yang notabene penduduk asli.

Namun bukan berarti tak ada minimarket sama sekali di sana. Ada juga minimarket tapi sifatnya milik perorangan dan buka waralaba. Minimarket itu biasa disebut toserba, atau toko serba ada.

Wali kota menyebutkan Kota Padang ke depannya justru akan merancang “Halal Mart”. Dimana seluruh barang yang dijual berasal dari Kota Padang sendiri.

Kenapa Indomaret dan Alfamart Banyak yang Berdekatan?

Lebih lanjut, mengutip Kompas.com, di sejumlah tempat, sering ditemukan gerai toko ritel modern seperti Indomaret yang letaknya berdekatan dengan Alfamart, begitu juga sebaliknya.

Bahkan, tak sedikit dari kedua gerai itu yang bahkan letaknya bersebelahan persis tanpa diselingi oleh toko lain. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Kata Regional Franchise Manager Indomaret, Muhammad Agus Noviyanto, ini merupakan hal yang wajar sebagai salah satu bentuk persaingan usaha yang sehat.

“Kalau kami lihat, (pemain) ritel minimarket kan Indomaret, Alfamart. Kalau berdekatan, mungkin karena sama-sama melihat potensi pasar (di lokasi tersebut),” ujar Agus saat berbincang dengan Kompas.com dalam acara International Franchise, License and Business Concept Expo and Conference atau IFRA 2018 di Jakarta Convention Center, Jumat (20/07/2018) lalu.

Agus menjelaskan, dalam hal melihat potensi pasar yang menjanjikan untuk toko ritel modern, Indomaret sudah punya ukuran tersendiri.

Rata-rata, Indomaret banyak dibuka di area perumahan, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, rumah sakit, bandara, stasiun kereta api, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).