Terungkap! Sebelum Diringkus KPK, Rommy Pernah Bertemu Mahfud MD Bicarakan Ini


SURATKABAR.ID – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD menceritakan bagaimana dirinya bertemu dengan Romahurmuziy sebelum dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mahfud telah memperingatkan bahwa Rommy sudah dijejak oleh lembaga anti rasuah tersebut.

Selepas Mahfud berbicara di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) soal penetapan calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi), Rommy berusaha untuk bisa bertemu dengan pria kelahiran Madura itu.

Pertemuan Rommy dan Mahfud ternyata diatur oleh Suharso Monoarfa yang baru saja diangkat sebagai Plt Ketum PPP.

Baca Juga: Kisah Mahfud MD yang Diundang KPK Setelah Kirim Surat ke Jokowi

“Setelah bilang di ILC, lalu dua hari kemudian saya bersama Rommy, besama Monoarfa, bersama Al Hilal Hamdi, bertemua di Hotel Darmawangsa jam 11 malam,” kata Mahfud kepada tvOne, dikutip dari viva.co.id, Minggu (17/3/2019).

Pada pertemuan tersebut, Menurut Mahfud, Monoarfa bertanya kepadanya apakah dirinya melaporkan Rommy ke KPK. “Saya bilang tidak. Saya tidak laporkan, saya tahu dari KPK, menurut saya soal waktu saja. Begitu waktu itu, Ada Hilal Hamdi, ada Suharso Monoarfa, tengah malam,” kata Mahfud.

Disampaikan Mahfud, setelah menyampaikan mengenai dugaan korupsi, ada kegelisahan dari Rommy. Sehingga Rommy meminta untuk bertemu. Dan yang mempertemukan itu Suharso Monoarfa. “Kita berpulakan saja. Kita bersaudara. Sejauh menyangkut soal KPK itu, bukan saya melapor. Karena saya baca data di KPK. Saya tahu dari KPK, buat apa lapor KPK lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Mahfud juga mengungkap bagaimana Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang kurang berani menghadapi masalah yang ada di Kementrian Agama.

Mahfud mengatakan jika di Kemenag banyak penentuan jabatan yang berjalan secara tak wajar. Menag dinilai tak berdaya dengan kondisi tersebut. Ada tangan lain yang lebih berkuasa untuk menentukan hal itu.

“Tangan lain pokoknya yang bukan menteri agama. Politik. Kita lihat saja nanti, dan ini sebenarnya kasusnya banyak, berangkai. Saya sendiri sudah menyampaikan info-info agak banyak tentang hal seperti ini. Saya sampaikan tidak hanya ke KPK, eksekutif juga. Bahwa ini tidak benar, masa Departeman Agama yang lambang keagamaan simbolnya jadi seperti ini,” kata Mahfud.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKisah Mahfud MD yang Diundang KPK Setelah Kirim Surat ke Jokowi
Berita berikutnyaPrabowo Sebut Ada Menteri yang Goblok, Siapa?