Berkaitan dengan Kasus yang Menimpa Ibunya, Anak Ratna Sarumpaet Sebut-Sebut Mahfud MD


SURATKABAR.ID – Berkaitan dengan kasus yang menimpa ibunya, putri dari aktivis Ratna Sarumpaet, Atiqah Hasiholan menyebut nama Prof. Mahfud MD. Menurut penilaiannya, dakwaan terhadap ibunya itu tidak tepat. Atiqah yang berprofesi sebagai aktris, model, dan pembawa acara itu mengatakan bahwa Ratna Sarumpaet didakwa dengan dakwaan yang tidak tepat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Seperti dilansir dari reportase JawaPos.com, Kamis (07/03/2019), dalam sidang eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (06/03/2019), Atiqah berpendapat bahwa ibunya tidak melakukan kerusuhan atau keonaran .

Selain itu, Atiqah juga punya perbedaan pandangan antara jaksa dengan ahli pidana di luar pengadilan. Bahkan, menurutnya, ahli pidana seperti Prof. Andi Hamzah dan Prof. Mahfud MD menilai dakwaan kepada ibundanya itu tidak tepat.

“Kalau bagi saya, yang ngerti saja. Itu bukan kerusuhan, keonaran. Itu aspirasi. Kami yakin jaksa dan hakim, dan pastinya kan ahli pidana juga di luar sana. Jadi, kami berharap tidak ada perbedaan signifikan, karena ini hukum, ilmu yang pasti, berkaitan dengan aturan perundang-undangan. Jadinya yah saya harap yang objektif,” paparnya usai mengikuti persidangan lanjutan.

Mengenai masalah hukum yang dijalani ibunya, Atiqah menyampaikan bahwa Ratna Sarumpaet sudah mengakui kesalahannya kepada publik. Dia pun meyakinkan bahwa ibunya siap menjalani sidang lanjutan berikutnya.

Baca juga: Diberitakan Tertangkap Polisi Bersama Andi Arief, Chika Jessica Unggah Ini di Instagram

Atas dasar itulah, Atiqah berharap ibunya mendapat dakwaan yang tepat dengan menerima eksepsi yang diajukan oleh Ratna Sarumpaet dan tim pengacaranya.

“Saya harap ahli hakim di luar sana, dan juga hakim ahli pidana tidak ada perbedaan siginifikan. Seharusnya, bagi saya, sebagai warga negara. Saya harapkan eksepsi kami diterima,” tukas Atiqah menambahkan.

Terkait status tahanan yang ditolak majelis hakim, imbuh Atiqah, ibunya sering jatuh sakit. Kendati ya, saat menjalani sidang Ratna Sarumpaet berada dalam keadaan sehat. Dan karena sering sakit itulah, haknya sebagai warga negara untuk mengajukan permohonan status tahanan kota disampaikan ke majelis hakim.

“Namanya juga orang sudah berusia, pasti ada sajalah gangguan-gangguan (kesehatan). Kami hanya menggunakan hak kami untuk meminta. Kalau hakim membuat keputusn lain, Ya sudah,” tutup putri keempat dari pasangan Ahmad Fahmy Alhady dan Ratna Sarumpaet tersebut.

Sebagaimana diketahui, Ratna Sarumpaet didakwa karena sudah membuat keonaran dengan menyebarkan berita bohong (hoax). Ratna pun memberikan pengakuan secara terbuka jika dirinya menyebarkan berita hoaks soal wajah lebamnya.

Sebelumnya, Ratna mengaku wajah bilur dan lebamnya itu merupakan akibat dianiaya oleh orang tak dikenal di Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada 21 September lalu.

Namun nyatanya, wajahnya lebam lantaran menjalankan sedot lemak di sebuah rumah sakit bedah.

Akhirnya pada 5 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet resmi ditahan di Polda Metro Jaya. Polisi resmi menahan atas kasus hoax penganiayaan yang menyatakan bahwa dirinya dianiaya di bandara di Bandung pada akhir September lalu.

Ratna yang juga merupakan pegiat seni itu lantas didakwa dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara.