Tragis! Jadi Korban Kecelakaan, Tukang Becak Ini Malah Divonis 18 Bulan Penjara


SURATKABAR.ID – Malang benar nasib seorang tukang becak bernama Rasilu ini. Betapa tidak, setelah menjadi korban kecelakaan, ia malah kena vonis 18 bulan penjara. Hal ini dikarenakan penumpang yang dibawanya meninggal dunia dalam kecelakaan.

Seperti dilansir dari website PN Ambon, Jumat (22/02/2019) melalui Detik.com, Sabtu (23/02/2019), kejadian berawal ketika Rasilu membawa penumpangnya, Maryam Latanda, pada 23 September 2018 lalu.

Ketika melintas di Jalan Umum Sultan Babullah, Sirimau, Ambon, atau tepatnya di depan Masjid Raya Alfatah, sebuah mobil melaju kencang di sana. Rasilu sudah berusaha menghindari mobil yang melaju kencang itu. Namun, bruk!!! Becak merah yang dibawa Rasilu malah terguling. Mobil yang menabrak mereka malah tancap gas kabur. Sedangkan Rasilu jatuh tersungkur. Demikian pula dengan penumpangnya.

Meski tertatih, demi memegang tanggung jawab, Rasilu mengayuh lagi becak dan membawa Maryam ke RS dan menanggung seluruh biaya berobat. Akan tetapi, kenyataan berkata lain. Malangnya, nyawa penumpang ternyata tidak tertolong.

Tapi di mata penegak hukum, Rasilu tetap dinilai bersalah. Tukang becak itu dipisahkan dari istri dan kelima anak-anaknya. Ada Aisa (14) yang masih duduk di kelas 3 SMP, Anggun (13) kelas 2 SMP, Haliza (9) kelas 3 SD, Muhamad Alif (7), dan Ahmad yang baru berusia 1 tahun. Rasilu ditahan dan dipaksa duduk di kursi pesakitan.

Baca juga: Terbuai Rayuan Maut Polisi Gadungan, Wanita Ini Langsung Ditiduri 7 Kali Saat Pertama Bertemu

Pada 5 Desember 2018, Rasilu didakwa mengemudikan kendaraan roda tiga yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain (korban/alm Maryam Latanda) meninggal dunia.

Lalu pada 6 Februari 2019, jaksa menuntut Rasilu selama 2 tahun penjara.

“Menuntut, menyatakan Terdakwa Rasilu alias La Cilu bersalah melakukan tindak pidana mengemudikan kendaraan roda tiga (becak) yang karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 310 ayat (3) UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan jalan,” demikian penuturan tuntutan jaksa.

Mendapati tuntutan tersebut, Rasilu mengiba mengharap keadilan. Tapi pembelaan Rasilu sia-sia. Hakim tetap menyatakannya bersalah.

“Menyatakan Terdakwa Rasilu tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana karena kesalahannya (kealpaanya) menyebabkan orang lain mati. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,” ujar majelis saat membacakan putusan itu per tanggal 20 Februari 2019.

Atas putusan tersebut, kini Rasilu hanya bisa menerawang dari balik jeruji penjara. Istri Rasilu, Wa Ode, kini harus banting tulang demi menghidupi kelima anak mereka. Wa Ode yang sehari-hari menjadi pemecah kulit kacang mede itu hanya bisa pasrah berserah.