Miris! Tak Hanya Artis, Polisi Ungkap Para Pelajar yang Terlibat Prostitusi Online


SURATKABAR.IDKasus praktik prostitusi online bermoduskan Live Show di aplikasi LINE yang melibatkan para pelajar telah dibongkar oleh Polres Metro Jakarta Barat. Yang miris, sindikat penyedia jasa live show m*esum ini menjadi sarana prostitusi daring (dalam jaringan) yang beromzet hingga ratusan juta Rupiah.

Keberadaan bisnis ini awalnya terendus lewat modus membuat sebuah grup chat di aplikasi pesan cepat Line bernama ‘Show Time’. Dan ironisnya, seperti dikutip dari laporan Republika.co.id, Jumat (08/02/2019), terdapat anak di bawah umur yang masih tercatat sebagai pelajar SMA di antara model live show m*sum tersebut.

Tak hanya itu, si pelajar juga melayani praktik prostitusi daring yang dipesan melalui admin grup. Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat masih terus mendalami kasus tersebut. Menurut Kanit krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP Erick Sitepu, para model atau talent sudah berkecimpung di dunia prostitusi online sejak 2017.

Hal ini baru terungkap setelah polisi meminta keterangan dari para model‎ yang kebanyakan berstatus sebagai pelajar dan masih di bawah umur.

“Informasi awal, setelah kami lakukan pemeriksaan kepada para model, mereka mengaku telah menjadi model live sex di grup seperti itu sudah sejak tahun 2017,” tukas Erick kepada pers, Kamis (07/02/2019), melansir Jakarta.TribunNews.com.

Baca juga: Selain Vanessa Angel, Deretan Artis Cantik Ini Diduga Pernah Terlibat Prostitusi Online

Gabung dengan Banyak Grup Serupa

Pemaparan Erick, para remaja itu tak hanya ikut bergabung menjadi model di satu grup saja, melainkan ikut bergabung dengan banyak grup serupa.

“Karena semakin sering model tampil di banyak grup maka otomatis penghasilannya pun akan bertambah banyak. Karena setiap tampil selalu mendapat bayaran,” beber Erick kemudian.

Sebelumnya, Unit Krimsus Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat ‎membongkar sindikat penyedia jasa live show m***m dan prostitusi online yang dilakukan di media sosial LINE.

Totalnya, ada lima admin yang telah diamankan yakni SH (23), ZJ (23), WN (23), HAM (23), dan RM. Para admin terkait diketahui mematok harga Rp 100-200 ribu kepada para member untuk bisa bergabung ke dalam grup yang mereka bentuk. Setelah membayar nominal yang disepakati, para member pun mendapat fasilitas video p*orno dewasa, video prostitusi anak, video call sex, phone sex, serta live show.