Habib Bahar bin Smith Sebut Penjara adalah Surga, Respon Netizen Mengejutkan


SURATKABAR.IDNetizen dikejutkan dengan beredarnya tulisan tangan Habib Bahar bin Smith dari balik jeruji. Pasalnya, tersangka kasus penganiayaan yang sudah hampir dua bulan ditahan di Mapolda Jabar itu menyebutkan bahwa penjara adalah surga baginya. Adapun Habib Bahar bin Smith ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polda Jabar karena tersangkut kasus dugaan penganiayaan dua remaja MHU (17) dan ABJ (18).

Menukil Palembang.TribunNews.com, Kamis (07/02/2019), polisi menjerat BS dengan pasal berlapis yakni pasal 170 ayat (2), pasal 351 ayat (2), pasal 333 ayat (2), dan pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Dan kini, beredar surat yang disebut-sebut ditulis sendiri oleh Habib Bahar bin Smith. Surat itu ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya Instagram. Surat itu rupanya mengandung pesan bahwa Habib Bahar bin Smith tak mempermasalahkan dirinya yang tengah dihukum kurungan penjara.

Berikut isi surat yang beredar di  Instagram dengan hashtag #kamibersamahabibbaharbinalibinsmith, yang banyak disebut merupakan hasil tulis Habib Bahar bin Smith sendiri.

Jiwa kami adalah jiwa pejuang

Di manapun kami diletakan, kami tetap bertahan
Tak peduli sebesar apapun siksaan, halangan, dan rintangan
Tetap kami tak akan tunduk pada kezaliman!!!

Penjara yang kalian anggap seperti neraka
bagi kami adalah syurga.

Baca juga: Yusril Tantang Rizieq Membentuk Partai, FPI: HRS Tidak Haus Kekuasaan

Respon Netizen Mengejutkan

Melansir TribunJabar.ID,  tim pers mencoba mengonfirmasi bagaimana kebenarannya dengan menanyakan langsung pada Aziz Yanuar, kuasa hukum Habib Bahar bin Smith. Hasilnya, Aziz Yanuar membenarkan surat itu ialah tulisan tangan Habib Bahar bin Smith.

“Siang, ya betul (surat tulisan Habib Bahar bin Smith),” jawab Aziz Yanuar dalam pesan WhatsApp yang diterima, Rabu (06/02/2019).

Sementara itu, sehubungan persidangan Habib Bahar bin Smith nanti, sejumlah citizen Kota Bandung secara mengejutkan malah berharap agar sidang kasus penganiayaan yang melibatkan Habib Bahar bin Smith yang kasusnya ditangani Polda Jabar ini tidak digelar di Kota Bandung.

Kekhawatiran ini muncul setelah berkaca dari kasus Buni Yani. Yang mana dalam kasus terkait, meski tempat kejadian perkara di Kota Depok, tapi sidangnya digelar di Kota Bandung.

“Berkaca dari kasus Buni Yani, lebih baik sidangnya jangan digelar di Kota Bandung. Kejadiannya juga kan di Kabupaten Bogor, jadi sidangnya di Bogor saja,” ungkap Dani Sulaeman (40) seorang warga saat ditemui di Kawasan CFD Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (03/02/2019).

“Seharusnya yang berwenang mengadili itu ya pengadilan di Kabupaten Bogor, jangan di Bandung. Sekalipun yang menanganinya Polda Jabar,” kata Viktor Pasaribu (22), mahasiswa fakultas hukum di salah satu perguruan tinggi swasta Kota Bandung, saat ditemui di Jalan Karapitan, Kota Bandung.

Diketahui, Pengadilan di Kabupaten Bogor merujuk pada Pengadilan Negeri Cibinong. Hal ini dilakukan atas pertimbangan bahwa penanganan kasus Habib Bahar bin Smith dapat berimplikasi pada reaksi dari massa pendukung Habib Bahar bin Smith. Sehingga, jika digelar di Kota Bandung, bisa potensinya adalah mengundang massa.

“Dan berimplikasi pada terganggunya ketentraman masyarakat Kota Bandung karena kehadiran massa pendukung. Apalagi, Kota Bandung sebagai ibukota provinsi dan kota wisata. Ketertibannya harus tetap terjaga,” tutur Viktor.

Junita Silalahi (24) selaku mahasiswa fakultas hukum lainnya juga menyebutkan hal senada. Ia membandingkan kasus itu dengan persidangan kasus Buni Yani pada 2017.

Di persidangan, massa Buni Yani selalu mengawal. Menurutnya, hal itu memang tak bisa disalahkan lantaran merupakan bagian dari menyatakan pendapat.

“Tapi kan daripada mengganggu ketertiban masyarakat, lebih baik tidak digelar di Kota Bandung,” imbuh Junita.

Diketahui sebelumnya, Ditreskrimum Polda Jabar sudah merampungkan penyidikan kasus itu. Oleh Kejaksaan Tinggi Jabar, semua sudah dinyatakan lengkap.

“Kasus Habib Bahar bin Smith sudah dinyatakan P.21 atau dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti pada Kejaksaan Negeri Cibinong,” sebut Kasipenkum Kejati Jabar, Abdul Muis Ali via pesan elektroniknya, Jumat (01/02/2019).

Akhir Januari, jaksa Kejati Jabar mengembalikan lagi berkas itu ke Ditreskrimum Polda Jabar. Ini pengembalian yang kedua setelah sebelumnya, pada awal Januari, berkas juga dikembalikan.

“Setelah dinyatakan lengkap, selanjutnya kami menunggu konfirmasi dari penyidik Polda Jabar, kapan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum,” tukas Abdul Muis.

Awalnya, kasus ini ditangani Polres Bogor namun belakangan, diambil alih oleh Polda Jabar. Abdul Muis belum bisa memastikan dimana Bahar akan disidangkan, apakah di Pengadilan Negeri Cibinong, Kabupaten Bogor sesuai‎ tempat kejadian perkara atau di Pengadilan Negeri Bandung.

“Untuk pengadilan yang akan mengadili belum dipastikan dimana,” katanya.

Hanya saja, berkaca pada kasus Buni Yani, meski kejadiannya di Kota Depok, sidang digelar di Kota Bandung.

Habib Bahar bin Smith, merupakan pelaku penganiayaan terhadap seorang pria berinisial Caj (18) dan Mkum (17). Keduanya dianiaya Bahar cs karena mengaku-aku sebagai kembarannya. Penganiayaan tersebut dilakukan di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, milik Bahar, di Kabupaten Bogor.