Ada yang Aneh dari Pemanggilan Rocky Gerung


SURATKABAR.ID – Salah satu kuasa hukum Rocky Gerung, Haris Azhar, menduga adanya sedikit keanehan dalam pemanggilan untuk klarifikasi terhadap kliennya mengingat merupakan laporan lama. Rocky dilaporkan ke polisi oleh Sekretaris Jenderal Cyber Indonesia Jack Boyd pada April silam.

Seperti yang dihimpun dari laman Republika.co.id pada Sabtu (2/2/2019), Rocky dilaporkan tepatnya pada Senin (16/4). Adapun laporan tersebut berkaitan dengan pernyataannya ‘Kitab suci adalah fiksi’ yang dilontarkan dalam sebuah program acara yang tayang di stasiun televisi swasta pada 10 April 2018.

“Iya cukup aneh, tidak tahu nih ada apa? Kok mau dekat-dekat pemilu baru diperiksa. Dengan situasi sekarang kami susah untuk tidak mengaitkannya dengan hal tersebut (politis),” ungkap Haris Azhar ditemui di Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Jumat (1/2) lalu.

Terkait dengan pemanggilan terhadap kliennya, Haris mengungkapkan tidak ada persiapan khusus dari Rocky. Ia mengatakan bahwa pihak penyidik hanya ingin mencari informasi mengenai pemeriksaan tersebut.

“Kita santai-santai aja kok. Kan ini klarifikasi diawali dengan penjelasan pihak pemeriksa, dalam hal ini polisi, katanya klarifikasi masih penyelidikan. Artinya kalau penyelidikan masih mencoba mencari tahu apakah ada peristiwa atau apakah peristiwa yang dilaporkan itu sebagai sebuah peristiwa yang memiliki kandungan pelanggaran hukum,” tuturnya.

Rocky Gerung diketahui tiba di lokasi pada pukul 15.55 WIB. Ia datang dengan didampingi tim kuasa hukumnya, termasuk juga mantan koordinator Kontras Haris Azhar. Menanggapi pemanggilan dirinya, Rocky menilai ada dugaan manipulasi, pasalnya kasus tersebut adalah laporan yang sudah lama.

Meski menduga ada keanehan, namun Rocky Gerung menilai pemanggilan tersebut masih masuk akal. “Setiap ada penundaan, berarti ada manipulasi. Kan rumusnya begitu,” ungkapnya. “Masih masuk akal, negara yang panggil, ya masuk akal,” imbuhnya kemudian.

Dalam pemanggilannya kali ini, Rocky dimintai klarifikasi terkait dengan pelaporan dengan tuduhan penistaan agama yang diajukan Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018 lalu. Pasalnya, ketika itu Rocky mengeluarkan pernyataan dengan menyebut ‘kitab suci adalah fiksi’ di satu acara televisi swasta.

Ia dipanggil dengan status sebagai saksi terlapor atas laporan Jack dengan nomor LP/512/IV/2018/Bareskrim tanggal 16 April 2018. Pada laporannya, Rodky disangkakan telah melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama.

Tak hanya laporan yang dibuat Jack, Rocky juga dilaporkan atas tuduhan serupa oleh Permadi Aria alias Abu Janda pada tanggal 11 April 2018 ke Polda Metro Jaya. Adapun laporan Abu Janda tercatat dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tanggal 11 April 2018.