Pejabatnya Digugat Rp 1 T Atas Dugaan Perkosaan, Begini Reaksi BPJS Ketenagakerjaan


SURATKABAR.ID – Mengenai gugatan Rp 1 triliun yang dilayangkan Rizky Amelia, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan angkat bicara. Rizky menggugat BPJS Ketenagakerjaan lantaran dirugikan secara material dan immaterial atas dugaan pelecehan seksual/ perkosaan yang dilakukan salah satu pejabat Dewan Pengawas di BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja, jajaran Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan tak pernah membiarkan kasus dugaan pelecehan terjadi di lembaganya.

“Amelia saat ini masih berstatus aktif sebagai staf di Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis siang (31/01/2019). Demikian dikutip dari laporan Tempo.co, Jumat (01/02/2019).

Utoh mengatakan, Amelia telah mendapatkan izin untuk tak masuk sampai kontraknya berakhir. Adapun kontrak Amelia kelar pada April mendatang.

Kendati begitu, Utoh menyebutkan BPJS Ketenagakerjaan mempersilahkan Amelia melayangkan tindakan gugatan. Musababnya, BPJS Ketenagakerjaan memandang Amelia memiliki hak hukum.

Baca juga: Sejumlah Rumah Sakit Stop Layani Pasien BPJS, Sampai Kapan?

“Dewas BPJS Ketenagakerjaan akan mempelajari dan menghormati proses hukum yang sedang maupun akan berjalan,” tukasnya.

Tenaga kontrak non-aktif Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau BPJS Ketenagakerjaan Rizky Amelia melayangkan gugatan perdata terhadap sejumlah bos dan bekas bosnya berkenaan dugan kasus pelecehan seksual.

Gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (31/01/2019).

“Kami secara resmi telah mengajukan gugatan perdata material dan immaterial,” ujar kuasa hukum Amelia, Heribertus S Hartojo, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Penuturan Herbertus, pihak tergugat antara lain Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Witjaksono, Anggota Dewan Pengawas M Aditya Warman, dan bekas Anggota Dewan Pengawas Syafri Adnan Baharuddin. Syafri merupakan bekas atasan langsung Amelia yang diduga melakukan kekerasan seksual pada Amelia.

Herbertus menerangkan Amelia mengajukan gugatan ganti rugi immaterial senilai Rp 1 triliun dan material sebesar Rp 3,7 juta. Gugatan dengan nilai fantastis itu dianggap sepadan dengan kerugian yang dialami kliennya akibat pelecehan seksual itu.

Kuasa hukum Amelia lainnya, Sinta Halim, mengatakan akibat pelecehan seksual oleh Syafri itu kliennya harus menanggung malu.

“Untuk itu kami berharap ini untuk pemulihan nama baik klien kami,” sebutnya.

Sebelumnya, Amelia juga telah melaporkan Syafri ke Bareskrim Polri terkait dugaaan pelecehan seksual yang ia alami selama dua tahun, 2016-2018. Syafri menampik tudingan itu. Kepala Divisi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Irvansyah Utoh Banja mempersilakan Amelia melayangkan gugatan.

“Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan akan mempelajari dan menghormati proses hukum yang sedang maupun akan berjalan,” tukasnya.