Hati-hati! Ternyata Begini Cara Kerokan yang Benar& Risiko yang Mengintai di Baliknya


    SURATKABAR.ID – Kerokan sering dijadikan cara mengatasi masuk angin oleh sebagian besar orang indonesia. Sama seperti namanya, kerokan berarti melakukan gerakan ‘kerok’ atau menggosok benda tumpul ke atas permukaan kulit.

    Menjadi cara pengobatan favorit, banyak orang yang memilih kerokan dibandingkan dengan meminum obat masuk angin. Namun, tahukah Anda jika kerokan bukan asli pengobatan tradisional Indonesia? Bagaimana cara kerokan yang benar, khasiat serta resikonya?

    Baca juga: Sedih! Nenek yang Viral karena Selamatkan Cucu dari Banjir Gowa Akhirnya Meninggal

    1. Asal Usul dan Tujuan Kerokan

    Kerokan berasal dari teknik pengobatan tradisional China dengan nama Ghua Sha. Sama seperti teknik kerokan yang dikenal di Indonesia, Ghua Sha dilakukan dengan cara menggosok benda tumpul ke atas permukaan kulit dengan tujuan memperlancar sirkulasi darah sehingga energi lancar kembali.

    2. Risiko Kerokan

    Meski diklaim dapat menyembuhkan masuk angin, pegal-pegal dan beberapa penyakit lain, bukan berarti kerokan tak memiliki risiko. Gesekan benda tumpul di atas kulit dapat menimbulkan microtrauma, yakni pecahnya pembuluh darah yang berpotensi menimbulkan iritasi serta infeksi.

    3. Tak Semua Orang Cocok Kerokan

    Jangan dikira kerokan menjadi pengobatan ampuh dan cocok untuk semua orang. Pasalnya, beberapa orang memiliki kulit tipis sehingga risiko iritasi dan infeksi lebih rentan terjadi.

    4. Menghindari Risiko Kerokan

    Ingin merasakan khasiat kerokan tapi tak ingin merasakan risikonya? Gampang, pastikan Anda kerokan menggunakan alat khusus kerokan atau menggunakan koin yang benar-benar halus. Sebelum memulai kerokan, lumuri permukaan kulit dengan minyak hangat untuk menghindari luka lecet. Setelahnya, jaga luka memar bekas kerokan agar tak terkontaminasi kuman dan bakteri untuk meminimalisir risiko infeksi.

    Sudah tahu asal-usul, manfaat serta resiko kerokan bukan? Mulai sekarang, jangan sembarang kerokan ya. Perhatikan cara kerokan yang benar agar terhindar dari risiko yang tak diinginkan.

    Berita ini pernah diterbitkan di Serumpi.com dengan judul: Jangan Asal Kerokan, Ketahui Dulu Cara yang Benar Serta Resikonya