Klaim Banyak yang Dukung, Cak Imin Nyatakan Siap Jadi Ketum PSSI


SURATKABAR.ID – Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang merupakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengaku banyak mendapat dukungan untuk menampuk kepemimpinan menjadi ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Cak Imin pun menyatakan siap jika benar-benar diberi amanah untuk jabatan tersebut.

“Kalau itu diperlukan, siap-siap saja [jadi ketum PSSI]. Tetapi kan bagaimana prosesnya ini tergantung pengurus daerah, klub sepakbola di mana-mana. Tentu posisinya menunggu, kalau dibutuhkan ya siap,” papar Muhaimin di kompleks parlemen, Jumat (25/01/2019). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Kompas.com.

Menurutnya, banyak yang memercayainya atas jabatan tersebut lantaran dirinya punya pengalaman di lembaga eksekutif dan legislatif. Selain itu, Muhaimin pun menyebutkan dirinya menggalang hubungan baik dengan kalangan swasta.

Ia menyebutkan, banyak sekali persoalan yang terjadi di dalam PSSI. Persoalan tersebut tak hanya dari segi transparansi hingga pembinaan klub-klub di daerah.

Opini Muhaimin, seharusnya potensi sepakbola di kampung-kampung bisa menjadi kekuatan untuk melahirkan pemain nasional.

Baca juga: Ultah ke-72, Megawati: Kenapa Perempuan Indonesia Tidak Mau Jadi Seperti Saya?

Akan tetapi, Cak Imin menyadari latar belakangnya yang berasal dari partai politik akan menimbulkan pro dan kontra dalam hal ini. Sehingga ia pun menyerahkan proses pemilihan ketum PSSI kepada pihak yang berwenang.

Terlepas dari semua itu, ia hanya menyampaikan kesiapannya saja.

“Terserah pengurus daerah kan saya ikut saja. Mau diubah aturannya terserah saja,” ujarnya.

Rombak Total Kepengurusan

Melansir CNNIndonesia.com, Cak Imin berencana merombak total atau merevolusi kepengurusan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) jika terpilih sebagai ketua umum.

“Total revolusi PSSI. Kita seleksi dan revitalisasi. Semua yang positif kita teruskan, yang negatif kita tinggalkan,” papar Cak Imin di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (25/01/2019).

Cak Imin kali pertama menyatakan keinginannya memimpin PSSI melalui akun Twitter, Selasa (22/01/2019).

Cak Imin optimis bisa membawa sepak bola Indonesia berprestasi jika menjadi Ketua Umum PSSI, jabatan yang baru saja dilepas Edy Rahmayadi dalam kongres di Bali akhir pekan lalu.

Menurutnya, banyak persoalan yang ada di kepengurusan PSSI saat ini, di antaranya masalah transparansi hingga pembinaan klub.

“Dari segi pembinaan klub yang belum sepenuhnya baik,” sahut Wakil Ketua MPR ini.

Ia menambahkan, keinginan menjadi Ketua Umum PSSI berangkat dari keprihatinan akan kinerja organisasi sepak bola itu yang tak mengalami perbaikan selama berpuluh-puluh tahun.

Cak Imin mengklaim banyak pihak baik dari pengurus daerah PSSI, beberapa klub, hingga mantan pengurus yang memintanya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Edy Rahmayadi.

“Saya diminta itu saya kira hanya bercanda, ternyata mereka mempertimbangkan dua hal pertama pengalaman saya di legislatif, pengalaman saya di eksekutif, pengalaman saya dengan berbagai kalangan swasta,” tukas Cak Imin.

Kendati begitu, Cak Imin menyerahkan keputusan kepada pemilik suara termasuk para pengurus daerah. Dia juga tak khawatir mendapat kritikan seandainya terpilih sebagai Ketua Umum PSSI yang berasal dari partai politik.

“Saya kan cuma siap saja. Namanya dibutuhkan ya ayo, kalau enggak ya tidak apa-apa. Masih panjang kan,” imbuhnya kemudian.

Saat ini, Cak Imin sudah menugaskan dua anggotanya, Faisol Riza dan Mafirion untuk menemui para voter PSSI. Langkah tersebut dilakukannya guna memastikan dukungan terhadap rencana reformasi PSSI.

Sebelumnya, diketahui bahwa Edy Rahmayadi menyatakan mundur sebagai Ketua Umum PSSI pada Minggu (20/01/2019), dalam Kongres PSSI yang tengah berlangsung di Bali, tepatnya di Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort.

Mengenai pengunduran dirinya itu, Edy menyebutkan bahwa dia mundur lantaran bertanggung jawab dan tak ingin mengkhianati PSSI.

“Saya nyatakan hari ini saya mundur dari ketua. Dengan syarat, jangan khianati PSSI ini,” tukas Edy.

“Jangan karena satu hal lain terus kita bercokol merusak rumah besar ini. Saya mundur bukan karena saya tidak bertanggung jawab, tetapi karena saya bertanggung jawab,” ucap Edy dalam pidatonya.