Tak Patut! Sering Lakukan Kunjungan ke Desa, Rupanya Jokowi Minta Dana dari BNI


    SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini dikenal cukup sering melakukan kunjungan ke desa-desa. Namun berdasarkan informasi terbaru, rupanya biaya kunjungan Jokowi ditanggung oleh industri perbankan.

    Hal tersebut, seperti dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Sabtu (16/1/2019), terkuak dari bocoran surat yang diungkap oleh mantan Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN periode 2014-2016 Muhammad Said Didu melalui akun media sosial pribadinya di Twitter, @saididu.

    Tentu saja tindakan seperti itu tidak sepatutnya dilakukan. Dalam cuitannya, Muhammad Said Didu menuliskan bahwa BNI diminta untuk menanggung biaya kunjungan Jokowi. Padahal kegiatan tersebut bukan merupakan acara BNI.

    Lihat surat ini, Kementerian desa pun “meminta” BUMN @BNI menanggung kunjungan Presiden yg sepertinya kegiatan tsb bukan acara @BNI. Dana BUMN tdk boleh digunakan utk hal2 seperti ini. Ayo mari kita awasi “sponsor” BUMN yg melanggar aturan,” tulis Muhammad Said Didu.

    Muhammad Said Didu mengungkapkan, hal serupa sebenarnya juga pernah terjadi di era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun sebelum terlaksana, rencana tersebur sempat dicegah sehingga tak sampai dilakukan.

    Baca Juga: Waduh! Tak Ada Sebulan Sejak Diresmikan Jokowi, Tol Pemalang-Batang Sudah Retak

    Saat Pak Presiden @SBYudhoyono dapat penghargaan internasional bbrp BUMN ingin buat iklan ucapan selamat, tapi kita larang krn uang BUMN hanya blh digunakan utk kegiatan BUMN tdk boleh utk kekuasaan dan biayai pemerintah. Bahkan perjalanan dinas staf Kem BUMN pun tdk boleh dr BUMN,” tulisnya.

    Oleh karena itu, ketika terungkap adanya permintaan dari Kementerian Desa agar BNI membiayai kunjungan Presiden Jokowi beserta rombongan ke sejumlah lokasi, Muhammad Said Didu keras menentang.

    Kalangan netizen juga mengaku sepakat dengan langkah yang diambil Muhammad Said Didu demi membongkar kasus tersebut. Dari hasil pantaian, Jokowi memang melakukan kegiatan di beberapa desa pada Sabtu (19/1) kemarin.

    Akibatnya sejumlah hashtag dengan menambahkan nama Jokowi pun disuarakan oleh kalangan pendukung. Sementara itu, surat yang bocor tersebut pun sontak langsung menyita perhatian dari berbagai kalangan publik luas.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]